Share

Siswa SD di Malang Jadi Korban Bully Temannya hingga Masuk Rumah Sakit

Avirista Midaada, Okezone · Rabu 23 November 2022 19:25 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 23 519 2713523 siswa-sd-di-malang-jadi-korban-bully-temannya-hingga-masuk-rumah-sakit-RNYFzqlkkg.jpg Ilustrasi (Foto: Timesofindia)

MALANG - Seorang anak Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Malang menjadi korban dugaan perundungan dan penganiayaan yang dilakukan temannya. Celakanya korban yang di-bully dan dianiaya temannya hingga mengalami luka-luka dan tidak masuk sekolah.

Edi Subandi, ayah korban menceritakan awal mula anaknya yang duduk di kelas 2 SD menjadi korban dugaan perundungan dan penganiayaan oleh teman-temannya berjumlah tiga sampai empat orang, yang duduk di kelas 6 SD. Dimana awalnya anaknya memang tak masuk sekolah selama 10 hari karena sakit tipus dan baru masuk sekolah pada Jumat 11 November 2022 dengan posisi masih sakit. Namun saat hari Jumat itu anaknya pulang terlambat di rumahnya.

"Ternyata di SDN 1 Jenggolo, di depan Bendungan Sengguruh. Jadi pada saat di parkiran itu diseret tiga atau empat anak, kita kurang jelas, yang jelas diseret ke Bendungan Sengguruh yang ada di depan sekolah, dianiaya di situ. Ditendang kepalanya, dadanya, sempat sesak nafas," ucap Edi Subandi, pada Rabu (23/11/2022).

Baca juga: Viral Kasus Bullying Anak Sekolah Sampai Pingsan, Waspada Ini Dampaknya terhadap Korban!

Setelah dianiaya dan dilakukan perundungan, anaknya ditinggal sendiri di Bendungan Sengguruh itu. Lantas anaknya tak berani menyeberang, hingga akhirnya ditemukan oleh pencari rumput di Bendungan Sengguruh Kepanjen, Kabupaten Malang. Anaknya sempat ditanya oleh sang pencari rumput itu sebelum akhirnya menyeberangkannya untuk kembali ke sekolah mengambil sepeda anginnya dan pulang ke rumah.

Baca juga: Tegur Kasus Bully di Kota Bandung, Disdik Kirim Tim Lakukan Pembinaan Sekolah

"Sampai rumah itu menangis, sepadanya dilempar. Tapi tidak berani bilang ke orang tua. Hari Sabtu tidak masuk. Saya tinggal kerja, kemudian dia muntah tidak berhenti-berhenti. Sama kepalanya pusing," ujarnya.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Ia pun sempat berpikir bahwa itu karena efek sakit tipusnya yang kambuh. Kemudian anaknya dibawa ke bidan langganan dan dikasih obat, hingga akhirnya satu dua hari mualnya reda.

"Tapi masih pusing. Kemudian tiga hari kemudian pusingnya tidak tertolong, tidak panas. Kemudian langsung kejang. Kita bingung, ini dari lihat seperti orang kesurupan tapi bukan, tapi muntah terus," tuturnya.

Dari hasil pemeriksaan rontgen di rumah sakit Ramdani Husada Jatikerto, Kromengan, terdapat memar di bagian dada dan kepala bagian belakang. Bahkan kalau dipegang anaknya mengaku sakit nyeri.

"Besok paginya. Jadi malam masih di rumah. Waktu kejang itu langsung, paginya ke (RS) Ramdani. Kalau luka tidak ada, tapi hasil rontgen ada di dada, sama kepalanya benjol, kalau dipegang sakit yang belakang," pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini