Share

Gempa Cianjur Rusak 26 Sekolah, KBM Siswa Dipastikan Tetap Berjalan

Agung Bakti Sarasa, MNC Portal · Rabu 23 November 2022 00:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 23 525 2712872 gempa-cianjur-rusak-26-sekolah-kbm-siswa-dipastikan-tetap-berjalan-1GYxPCFBWP.jpg Kadisdik Jabar Dedi Supandi meninjau sekolah yang rusak akibat gempa Cianjur (Foto: Agung Bakti Sarasa)

CIANJUR - Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat mencatat, puluhan SMA/SMK di Kabupaten Cianjur rusak ringan hingga berat akibat guncangan gempa dahsyat berkekuatan Magnitudo 5,6.

Menurut Kepala Disdik Jabar, Dedi Supandi, 26 sekolah baik SMA maupun SMK yang terdampak gempa dengan kategori rusak ringan, sedang, hingga berat.

"Jadi dari 26 sekolah itu hampir 138 ruang kelas rusak, termasuk ruang guru di antaranya rusak berat. Dari pantauan kami, yang terberat di daerah Cugenang dan daerah Cilaku, termasuk di SMAN 1 Cianjur," ujar Dedi dalam peninjauan di lokasi terdampak gempa Cianjur, Selasa (22/11/2022).

BACA JUGA:Warga Korban Gempa Cianjur Butuh Ribuan Selimut dan Makanan Siap Saji 

Dedi mengatakan, meski sejumlah sekolah mengalami kerusakan, pihaknya memastikan kegiatan belajar mengajar (KBM) siswa di wilayah terdampak tetap berjalan.

 

Ada tiga pola yang dapat dipilih satuan pendidikan sesuai dengan kondisi sekolah, yakni daring, hybrid (luring dan daring), dan sistem shift (pagi dan siang).

"Dan kewenangan itu saya serahkan kepada satuan pendidikan atau sekolah-sekolah untuk membuat kebijakan mana yang kira-kira bisa memudahkan dalam proses belajar mengajar tersebut," ujarnya.

BACA JUGA:7 Korban Luka Akibat Gempa Cianjur Dirawat di RSUD Ciawi 

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Menurut Dedi, tiga pola KBM di wilayah yang masuk dalam lingkungan Kantor Cabang Dinas (KCD) Wilayah VI Jabar ini akan dipantau selama dua pekan. Selain itu, Dedi berpesan khusus kepada Kepala Sekolah dan KCD Wilayah VI Jabar agar menerapkan pola yang lebih ramah dalam Ujian Akhir Semester (UAS) di tanggal 5 Desember 2022 mendatang.

"Kepala sekolah dan cabang dinas agar tolong dalam rangka ujian akhir semester di tanggal 5, ada pola-pola yang lebih ramah anak pada saat anak-anak masih dalam kondisi trauma," katanya.

Dalam kesempatan itu, Dedi menyatakan, bahwa Disdik Jabar akan melibatkan tim konsultan untuk mengkaji kelaikan bangunan sekolah sebagai tempat KBM. Namun, sebagai langkah awal, dia meminta satuan pendidikan yang sekolahnya terkena dampak bencana gempa agar melakukan pembersihan lokasi. Bagi sekolah yang mengalami kerusakan di atas 50 %, pihaknya akan mengupayakan bantuan tenda untuk KBM.

"Di samping itu, sambil berjalan ada tim konsultan yang melihat, menilai kelayakan bangunan sekolah, apakah bisa digunakan untuk proses belajar mengajar atau memang membahayakan," ujarnya.

Dedi juga memastikan, Disdik Jabar akan membuat sejumlah langkah untuk memperbaiki bangunan sekolah yang terkena dampak gempa.

"Kita pun juga telah menyampaikan ke Kemendikbud, kita akan membuat langkah-langkah untuk perbaikan sarana baik itu yang bersumber dari DAK pusat, APBD, ataupun nanti CSR, atau anggaran belanja tidak terduga," katanya.

Disdik Jabar juga siap memberikan trauma healing kepada peserta didik terdampak agar segera terbebas dari gangguan psikologis seperti kecemasan pascabencana.

Upaya trauma healing ini dilakukan bersinergi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3KB) Jabar.

"Termasuk juga dengan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak, (P2TP2A) Jawa Barat untuk mencoba melakukan trauma healing bagi siswa-siswi yang kemarin terdampak gempa," katanya.

Menurut Dedi, hal tersebut penting memberikan trauma healing kepada peserta didik mengingat gempa yang terjadi di Kabupaten Cianjur banyak menelan korban jiwa dan tak sedikit peserta didik yang merasakan langsung dampak gempa tersebut.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini