Share

Bertemu Menhan Australia, Prabowo Ingin Lebih Banyak Taruna TNI Belajar di ADFA dan Duntroon

Tim Okezone, Okezone · Kamis 24 November 2022 09:15 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 24 18 2713767 bertemu-menhan-australia-prabowo-ingin-lebih-banyak-taruna-tni-belajar-di-adfa-dan-duntroon-8ydc5J4s1f.jpg Prabowo Subianto bertemu Menhan Australia/Foto: Tim Dokumentasi Prabowo Subianto

KAMBOJA - Menteri Pertahanan Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan pertemuan dengan Menteri Pertahanan Australia The Hon Richard Marles MP. Pertemuan itu dilakukan di sela-sela pelaksanaan ADMM Plus 2022 di Kamboja, Selasa (22/11/2022).

Dalam pertemuan ini Prabowo menyampaikan harapan kedua negara dapat terus berbagi dan menerapkan prinsip-prinsip demokrasi yang membawa hubungan kedua negara menjadi lebih kuat dan kokoh di tahun-tahun mendatang.

 BACA JUGA:Lampaui Usia Manfaat, Mobdin Camat se-Bojonegoro Diganti Baru untuk Tingkatkan Layanan

Menhan Prabowo juga menegaskan, Indonesia selalu memandang Australia sebagai teman dekat dan negara mitra utama di kawasan, khususnya di bidang pertahanan.

“Persahabatan dan kemitraan yang erat tersebut terjadi bukan hanya karena kedekatan geografis, tetapi juga karena kepentingan bersama yang dimiliki kedua negara,” kata Prabowo.

 BACA JUGA:KPK Yakin Dibeking Polri Tangani Kasus Suap AKBP Bambang Kayun

Prabowo juga berterima kasih atas persetujuan Menhan Australia, yang memberikan kesempatan bagi Taruna TNI belajar di ADFA dan Duntroon. Saat ini ada dua taruna AKMIL yang sedang menjalani pendidikan dan pelatihan di RMC-Duntroon selama 18 bulan, dan memulai studinya pada 2 Februari 2022.

“Saya berharap ke depannya lebih banyak Taruna dari TNI AD, AL, dan AU yang bisa bergabung dengan rekan-rekannya di ADFA. Ini dapat menciptakan hubungan yang jauh lebih baik antara pemimpin TNI dan ADF di masa depan," tegasnya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!


Kedua negara saat ini sedang menyiapkan dokumen kerja sama dan statement of intent yang akan memberikan kerangka hukum dan administrasi yang komprehensif, untuk kemitraan pertahanan bilateral, memperkuat dan menyederhanakan kerja sama pertahanan bilateral serta menjadi sinyal penting bagi kawasan tentang komitmen kemitraan pertahanan kedua negara terhadap keamanan maupun stabilitas kawasan.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini