Share

Paus Bandingkan Perang Ukraina dengan Bencana Genosida Mengerikan, Banyak Kematian Akibat Kelaparan

Susi Susanti, Okezone · Kamis 24 November 2022 10:54 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 24 18 2713839 paus-bandingkan-perang-ukraina-dengan-bencana-genosida-mengerikan-banyak-kematian-akibat-kelaparan-tFbTRoVkal.jpg Paus Fransiskus (Foto: AFP)

VATIKAN - Paus Fransiskus pada Rabu (23/11/2022) membandingkan perang Rusia di Ukraina dengan "genosida mengerikan" pada 1930-an ketika pemimpin Soviet Josef Stalin memicu kelaparan di negara itu.

Berbicara di depan ribuan orang di Lapangan Santo Petrus dalam audiensi mingguan, Paus menyebut "Holodomor", atau kematian akibat kelaparan, yang menimpa jutaan orang Ukraina.

"Sabtu ini menandai peringatan genosida Holodomor yang mengerikan itu, pemusnahan dengan kelaparan pada 1932-1933 yang secara artifisial dilakukan oleh Stalin," katanya, dikutip Antara.

Baca juga: Hari Terakhir di Negara Teluk, Paus Dorong Dialog Tak Kenal Lelah dengan Agama Lain

"Mari kita berdoa bagi para korban genosida ini dan berdoa bagi begitu banyak orang Ukraina - anak-anak, perempuan dan orang tua - yang kini menjadi martir dari agresi," lanjutnya.

Baca juga: Paus Fransiskus Doakan Korban Ledakan Bom di Mogadishu dan Tragedi Halloween Itaewon

Selama ratusan tahun, bahasa Ukraina serta ekspresi kebudayaan dan identitas kebebasan Ukraina direnggut, awalnya oleh Kekaisaran Rusia dan kemudian oleh Soviet.

Holodomor adalah buah upaya Stalin untuk mengumpulkan hasil pertanian dan membasmi gerakan nasionalis Ukraina yang berkembang.

Sejak Rusia menginvasi negara tetangganya itu pada Februari, Fransiskus telah menyebut Ukraina pada hampir setiap kemunculannya di depan publik.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Dia telah beberapa kali memperingatkan bahwa krisis tersebut berisiko memicu penggunaan senjata nuklir dengan konsekuensi global yang tak terkendali.

Bulan lalu, pemimpin Katolik sedunia itu untuk pertama kalinya memohon kepada Presiden Rusia Vladimir Putin agar menghentikan "putaran kekerasan dan kematian" di Ukraina.

Sementara itu, para akademisi masih belum sepakat apakah kelaparan tersebut merupakan "genosida", dengan pertanyaan utamanya adalah apakah Stalin dengan sengaja ingin membunuh orang Ukraina sebagai upaya untuk membatalkan gerakan kemerdekaan melawan Uni Soviet, atau apakah kelaparan itu terutama akibat dari ketidakmampuan bersama dan kesulitan menghadapi kondisi alam yang buruk.

Dikutip VOA, terlepas dari itu, insiden “kelaparan hebat'' itu menciptakan benih kebencian Ukraina terhadap pemerintahan Soviet, atau pemerintahan Rusia saat ini.

Vatikan, dalam catatannya di Compendium of the Social Doctrine of the Church pada 2004, mencantumkan Ukraina bersama dengan Armenia dan Yahudi sebagai korban genosida abad ke-20 dan mengatakan “Upaya untuk menghapus seluruh kelompok nasional, etnis, agama atau bahasa adalah kejahatan terhadap Tuhan dan kemanusiaan, dan mereka yang bertanggung jawab atas kejahatan tersebut harus diseret ke pengadilan,” tulis catatan tersebut.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini