Share

Anwar Ibrahim Hampir Dipastikan Menjadi Perdana Menteri Baru Malaysia

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 24 November 2022 12:17 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 24 18 2713899 anwar-ibrahim-hampir-dipastikan-menjadi-perdana-menteri-baru-malaysia-q35YUtxzdW.jpg Anwar Ibrahim. (Foto: Reuters)

KUALA LUMPUR – Pimpinan Pakatan Harapan (PH) Anwar Ibrahim selangkah lebih dekat, bahkan hampir pasti, untuk menjadi Perdana Menteri baru Malaysia setelah UMNO, partai pimpinan dan terbesar dalam koalisi Barisan Nasional, pada Kamis, (24/11/2022) setuju untuk mendukung koalisi pimpinan Anwar. Sikap UMNO itu mengikuti usulan dari Raja Malaysia untuk membentuk pemerintahan persatuan dengan PH.

Langkah tersebut dilakukan menjelang pertemuan khusus para penguasa Melayu di mana Raja Malaysia Sultan Abdullah Ahmad Shah mulai berunding dengan sembilan raja negara bagian untuk mencari jalan keluar dari keruwetan politik setelah pemilihan umum pada Sabtu, (19/11/2022) tidak menghasilkan pemenang, memunculkan parlemen gantung pertama dalam sejarah negara itu.

Keputusan dewan tertinggi UMNO, yang diumumkan setelah pertemuan empat jam pada Rabu, (23/11/2022) malam, belum didukung oleh koalisi Barisan Nasional (BN) yang lebih luas, yang dipimpin oleh partai tersebut, serta 30 anggota parlemen koalisi.

“Dewan tertinggi dengan suara bulat memutuskan untuk menegakkan dekrit Raja agar BN mendukung dan berpartisipasi dalam pemerintah persatuan yang tidak dipimpin oleh Perikatan Nasional (PN) untuk memastikan pemerintahan yang stabil dan sejahtera dapat dibentuk,” kata Sekretaris Jenderal Umno Ahmad Maslan dalam sebuah pernyataan. pernyataan pada Kamis, sebagaimana dilansir Straits Times.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Pada Selasa, (22/11/2022) dua kandidat yang memperbutkan kursi PM Malaysia; Ketua PN Muhyiddin Yassin bersama dan Anwar Ibrahim, , mengadakan audiensi dengan Raja di mana dia mengemukakan kemungkinan sebuah pemerintahan persatuan.

Muhyiddin menolak untuk berpartisipasi dalam pemerintahan bersama dengan saingan sengitnya di PH, mengklaim bahwa ia mendapat dukungan dari 115 dari 222 anggota Parlemen.

Sebuah pemerintahan baru belum terbentuk di Malaysia, lima hari setelah pemilihan umum memunculkan parlemen gantung pertama di Malaysia.

Kekalahan telak bagi BN yang dulunya dominan menempatkan Anwar dan presiden Parti Pribumi Bersatu Malaysia Muhyiddin sebagai calon terdepan untuk menjadi perdana menteri, dengan partai mereka masing-masing memimpin 82 dan 79 anggota parlemen.

Sekutu Muhyiddin, presiden Parti Islam SeMalaysia Hadi Awang, bersikeras pada Kamis pagi bahwa PN “masih memimpin” dan meminta para pendukungnya untuk “tetap tenang.”

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini