Share

Akhir Hidup Perdana Menteri Jepang Hideki Tojo era Perang Dunia II Terungkap, Abu Jenazahnya Disebar ke Laut

Tim Okezone, Okezone · Jum'at 25 November 2022 05:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 24 18 2714017 akhir-hidup-perdana-menteri-jepang-hideki-tojo-era-perang-dunia-ii-terungkap-abu-jenazahnya-disebar-ke-laut-GwuaUvJjGH.JPG PM Jepang era PD II, Hideki Tojo/Foto: BBC

JAKARTA - Dokumen rahasia Amerika Serikat mengungkap bahwa abu jenazah Perdana Menteri Jepang pada era Perang Dunia II, Hideki Tojo, disebar di Samudera Pasifik setelah dieksekusi.

Keputusan menyebar abu jenazah Tojo didasari kecemasan para pejabat AS bahwa para pendukung Tojo akan mencoba menemukan jenazahnya dan memperlakukannya sebagai martir.

 BACA JUGA:Dampak Gempa Cianjur di Kabupaten Sukabumi, 956 Rumah dan 10 Sekolah Rusak

Dilansir dari BBC, Kamis (24/11/2022), Tojo adalah salah satu orang di balik serangan Jepang terhadap pangkalan militer AS di Pearl Harbor, Hawaii, pada tahun 1941.

Dia juga memimpin Jepang menduduki sejumlah negara di Asia Tenggara, termasuk Hindia Belanda yang kini menjadi Indonesia. Tojo pernah berkunjung ke Jawa pada tahun 1943.

 BACA JUGA:Wapres Sindir Ibu-Ibu agar Berhenti Bergosip: Dosanya Kongsian, Barengan

Tojo dieksekusi mati bersama enam orang lainnya tahun 1948, setelah dinyatakan bersalah melakukan kejahatan perang.

Usai eksekusi itu, jenazahnya mereka dikremasi. Abu jenazah Tojo lalu disebar di laut.

Fakta ini tertuang dalam dokumen rahasia AS yang baru saja dibuka untuk publik. Berkas ini ditemukan di Arsip Nasional AS di Washington DC dan didalami oleh Hiroaki Takazawa, dosen Universitas Nihon Tokyo.

Dalam berkas tertanggal 23 Desember 1948 itu terdapat keterangan dari Mayor Luther Frierson bahwa Tojo dan enam orang lainnya dieksekusi mati.

"Saya menyatakan bahwa saya menerima jenazah, mengawasi kremasi, dan menyebarkan abu para penjahat perang yang dieksekusi berikut ini di laut dari pesawat penghubung Angkatan Darat ke 8," tulis Frierson.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Pada bagian bawah dokumen terdapat nama tujuh laki-laki yang dieksekusi mati, termasuk Hideki Tojo.

Mayor Frierson menulis bahwa dia menyaksikan eksekusi mati tersebut. Dia lalu naik ke pesawat, bersama abu jenazah yang ditempatkan di guci terpisah.

Mereka terbang sejauh 48 kilometer ke arah Samudera Pasifik, di sisi timur Yokohama. Di titik itulah, kata Frierson, dia menyebar abu jenazah tersebut.

Frierson berkata pula dalam dokumen itu bahwa alat kremasi yang digunakan lantas dibersihkan secara keseluruhan dari sisa abu jenazah.

Perawatan khusus dilakukan untuk mencegah partikel terkecil dari abu jenazah itu tertinggal di dalam alat kremasi.

Akademisi yang meneliti berkas ini, Hiroaki Takazawa, menyebut pejabat AS ketika itu bertekad menghentikan orang-orang menemukan abu jenazah Tojo.

"Selain mencegah agar jenazah Tojo tidak diagungkan, menurut saya, militer AS bersikeras tidak membiarkan jenazah itu kembali ke Jepang untuk menghina negara itu," kata Takazawa kepada kantor berita Associated Press.

Walau jenazah mereka tidak dapat dikubur, orang-orang yang dieksekusi itu diabadikan di Kuil Yasukuni yang kontroversial di Jepang.

Kuil Shinto tersebut didedikasikan untuk sekitar 2,5 juta laki-laki, perempuan, dan anak-anak Jepang yang meninggal untuk negara mereka sejak didirikan pada tahun 1869.

Terdapat 14 penjahat perang Kelas A yang dihukum, termasuk Tojo, yang dikenang di kuil tersebut.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini