Share

Modus Hendak Mengobati Korban dari Pelet, Pria Ini Cabuli Remaja Putri Berkali-Kali

Yuswantoro, Koran Sindo · Kamis 24 November 2022 07:40 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 24 340 2713712 modus-hendak-mengobati-korban-dari-pelet-pria-ini-cabuli-remaja-putri-berkali-kali-px2I0vNFUu.jpg Pelaku diamankan polisi/Foto: Yuswantoro

PESAWARAN - Polres Pesawaran menggelar konferensi pers terkait kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur yang diungkap oleh Unit IV / PPA Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pesawaran, di Mako Mapolres Pesawaran, Rabu (23/11/22).

Kapolres Pesawaran AKBP Pratomo Widodo mengatakan, pelaku adalah HRT (46) seorang petani sekaligus pelatih pencak silat yang merupakan warga Desa Maja, Kecamatan Marga Punduh.

 BACA JUGA: Aksi Pasukan Raider Kesatria Jaya Bikin Pemuda dan Anak Papua Senyum Sumringah

Dia diamankan Satreskrim Polres Pesawaran karena kasus persetubuhan terhadap anak di bawah umur yang terjadi pertama kali pada Kamis 30 September 2021, di halaman rumah Dusun Umbul Rejo, Desa Maja, Kecamatan Marga Punduh, Kabupaten Pesawaran.

"Tindak pidana persetubuhan terhadap anak di bawah umur dilakukan oleh tersangka dengan cara memberitahu korban bahwa dirinya telah dipelet oleh pacar korban lalu tersangka berkata jika mau menghilangkan pelet tersebut korban harus bersetubuh dengan tersangka dan jika tidak mau bersetubuh ilmu pelet tersebut akan membuat korban menjadi gila ucap tersangka kepada korban," kata Kapolres saat memimpin pelaksanaan Konferensi Pers.

 BACA JUGA:Anak Mengadu Dipukul Teman Sebayanya, Pria Ini Naik Pitam Aniaya Bocah di Masjid

Menurutnya, dikarenakan korban merasa takut dengan ucapan tersangka akhirnya korban dipaksa dan ditarik oleh tersangka ke samping rumah milik nenek korban dan melakukan persetubuhan yang pertama kali.

"Tersangka melakukan persetubuhan selama 1 tahun sudah lebih dari 10 kali. Kemudian korban merasa dimanfaatkan oleh tersangka dan melaporkan kejadian tersebut kepada orang tuanya," ujarnya.

Setelah mengetahui hal tersebut, lanjutnya, orang tua korban langsung melaporkan kejadian itu ke Unit IV / PPA Satreskrim Polres Pesawaran untuk ditindak lanjuti.

Dari serangkaian penyelidikan, pemeriksaan korban dan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta bukti permulaan yang cukup, pada Senin 14 November 2022 sekira Pukul 16.30 WIB, anggota Unit IV / PPA Satreskrim Polres Pesawaran yang dipimpin langsung oleh Ps. Kanit IV / PPA Satreskrim Polres Pesawaran Aiptu Feri Ariyansori langsung bergerak.

Polisi langsung menuju ketempat keberadaan pelaku di Desa Hanura dan anggota langsung mengamankan pelaku yang pada saat itu sedang berada didepan salah satu rumah makan yang ada di Desa Hanura.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Selain mengamankan tersangka, Unit IV / PPA Satreskrim Polres Pesawaran juga megamankan sejumlah barang bukti yang diduga digunakan untuk melakukan tipu muslihat terhadap korban.

Barang bukti di antaranya lilin sebanyak 1 buah, pasir kasar sebanyak 1 plastik kecil, ketan sebanyak 1 plastik kecil, Dupa aromaterapi sebanyak 1 bungkus plastik berisikan 15 dupa, pasir halus sebanyak 1 bungkus kain kecil, parfum sebanyak 1 botol kecil dan Tanah sebanyak 2 kantung plastik yang kemudian dibawa ke Polres Pesawaran untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut.

"Atas perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 81 (Ayat 2) Jo Pasal 76D Undang-Undang RI Nomor 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang RI Nomor 1 tahun 2016," katanya.

"Undang-undang tersebut Tentang perubahan ke 2 atas undang undang RI No. 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi undang-undang yang setiap orang dengan sengaja melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan atau membujuk anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain dan dipidana dengan pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak 5 Miliar," pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini