Share

Kapal Nelayan Tenggelam Dihantam Badai, 8 ABK Selamat dan 1 Meninggal Dunia

Zulkifli Yunus , SUN TV · Kamis 24 November 2022 12:06 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 24 340 2713893 kapal-nelayan-tenggelam-dihantam-badai-8-abk-selamat-dan-1-meninggal-dunia-PzSKIzuhZs.jpg Illustrasi (foto: freepick)

PELAIHARI - Sebuah kapal nelayan dengan ABK sembilan orang tenggelam di perairan laut Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, delapan anak buah kapal (ABK) selamat, dan satu orang meninggal, kapal tenggelam akibat terjangan angin puting beliung.

Kapal dengan bobot 11 gross ton dihantam angin puting beliung pada Rabu 23 November 2022 pada pukul 20.00 Wita, kira-kira 5 mil dari Desa Muara Kintap atau sekitar 1 jam perjalanan. Kapal nelayan Desa Kuala Tambangan itu rencananya ingin berteduh ke Muara Kintap.

Pertolongan kepada delapan ABK yang selamat ini berawal dari penemuan jenazah ABK yang bernama Murni. Jasadnya ditemukan sebuah kapal nelayan Kuala Tambangan dalam posisi tertelungkup tidak jauh dari jerigen yang dipegangnya.

 BACA JUGA:Bakamla Selamatkan Korban Kapal Tenggelam di Bengkayang

Sadar jasad nelayan yang ditemukannya merupakan ABK KM Lembayung, ABK kapal penyelamat pun langsung melakukan pencarian, setelah hampir dua jam delapan ABK akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat.

Kapal nelayan yang memberikan pertolongan segera membawa ABK yang selamat dan meninggal ke Desa Muara Kintap, jasad kemudian dievakuasi ke rumah duka di Jalan diikuti ABK yang selamat.

Salah seorang ABK yang selamat, Syaipulah mengatakan, mereka sudah sekitar delapan hari ke laut untuk mencari ikan, biasanya setiap hari bolak-balik masuk ke Muara Kintap untuk menjual hasil tangkapan atau berteduh kalau ada badai.

 BACA JUGA:Kapal Tenggelam Setelah Tersambar Petir, Tim SAR Evakuasi Jasad Nelayan

“Rabu siang kami kembali melaut, namun menjelang sore tiba-tiba awan hitam terlihat sehingga diputuskan untuk mengangkat jaring dan kembali masuk ke Muara Kintap,” kata Syaipulah saat dikonfirmasi di rumahnya di kawasan RT 15 Desa Kuala Tambangan, Kamis (24/11/2022).

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Menurut Syaipulah, saat kapal mulai bergeser menuju Muara Kintap angin mulai bertiup kencang, sementara ketinggian gelombang hanya sekitar 1,5 sampai dua meter, namun secara tiba-tiba kapal seperti terkena pusaran angin.

“Seluruh ABK saat itu berada di dalam kapal, karena hujan dan angin, namun kapal masih dapat berjalan, sampai akhirnya suara bergemuruh terdengar dan membuat kapal bergoyang,” kata ayah dua anak itu.

Saat berada di luar dan posisi kapal mulai miring, menurut Syaipul, ia berupaya melepas boks ikan yang ada di atas atap kapal, upayanya berhasil dan bersama tujuh ABK lainnya hanyut terbawa arus menjauh dari pantai, sampai ditemukan kapal nelayan lainnya.

Korban selamat musibah KM Lembayung, Badarudin, Mardani, Hamsan, Ibrahim, Husaini, Yabani dan Syaipulah.

Sementara itu jasad Murni, dikebumikan pada Kamis 24 November 2022 pagi setelah disemayamkan di rumah duka di RT 2, jasad dibawa kepemakaman di Desa Tanjung Dewa, Kecamatan Panyipatan.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini