Share

Motif Pembunuhan Mahasiswa IGM yang Jasadnya Dibakar, Tergiur Mobil Brio Korban

Dede Febriansyah, MNC Portal · Kamis 24 November 2022 18:21 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 24 610 2714230 motif-pembunuhan-mahasiswa-igm-yang-jasadnya-dibakar-tergiur-mobil-brio-korban-yvlS8j0PlJ.jpg Polisi ungkap motif pembunuhan mahasiswa yang jasadnya dibakar (Foto : MPI)

OKUT - Setelah dilakukan pemeriksaan secara intensif, polisi mengungkap motif pembunuhan sadis yang dilakukan tersangka Haidar (20), warga Desa Tegal Rejo, Belitang, Kabupaten OKU Timur, terhadap Febri Setiawan (20), mahasiswa IGM Palembang warga Desa Sari Agung, Kecamatan Lalan, Kabupaten Musi Banyuasin.

Diketahui, jasad korban ditemukan dalam kondisi hangus terbakar.

Saat diperiksa, tersangka Haidar mengaku dirinya telah merencanakan pembunuhan tersebut lantaran tergiur dengan barang berharga milik teman satu kampusnya tersebut yakni satu unit mobil Honda Brio warna kuning.

"Saya menghabisi nyawa korban di daerah Tanjung Senai, Kabupaten Ogan Ilir, Selasa malam kemarin," ujar Haidar, Kamis (24/11/2022).

Haidar mengaku, jika dirinya menghabisi nyawa korban dengan menggunakan senjata tajam jenis sangkur yang dihujamkan ke bagian dada, perut, dan leher bagian belakang korban.

"Rencananya mobil korban mau saya jual dan uangnya untuk ongkos pergi ke acara hajatan yang ada orgen tunggalnya di daerah Selapan, OKI," jelasnya.

Namun, kata Haidar, saat dirinya dalam perjalanan dari Martapura hendak ke Baturaja, ban mobil tersebut pecah di kawasan jalan lintas sumatera Kecamatan Martapura.

"Sekitar pukul 18.30 WIB, Rabu 22 November, saat saya sedang menambal ban, tiba-tiba saya disergap polisi dan ditangkap," jelasnya.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Sementara itu Kapolres OKU Timur, AKBP Nuryono menjelaskan, setelah menghabisi korban, pelaku bingung dan memasukan jasad korban ke kursi belakang mobil brio tersebut.

"Jasad korban sempat dibawa pelaku ke rumahnya. Karena takut diketahui orang tuanya, pelaku lantas pergi dan membeli duo botol bensin, kemudian membakar jasad korban di daerah OKU Timur," jelas AKBP Nuryono.

Atas perbuatannya, kata Kapolres, tersangka dijerat dengan Pasal 340 KUHP Jo Pasal 338 KUHP dan 365 KUHP tentang Pembunuhan Berencana. "Pelaku terancam hukuman maksimal yakni hukuman mati," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini