Share

Suhu Mencapai 40 Derajat Celcius, Gelombang Panas di Eropa Picu Lebih dari 20.000 Kematian Eksesif

Susi Susanti, Okezone · Jum'at 25 November 2022 10:08 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 25 18 2714530 suhu-mencapai-40-derajat-celcius-gelombang-panas-di-eropa-picu-lebih-dari-20-000-kematian-eksesif-dY1xnkbTMB.jpg Gelombang panas di Eropa (Foto: Antara/Reuters)

LONDON - Gelombang panas di beberapa wilayah Eropa seperti Prancis, Jerman, Spanyol, dan Inggris menimbulkan lebih dari 20.000 kematian eksesif.

Menurut sebuah laporan pada Kamis (24/11/2022), suhu udara hingga 40 derajat Celsius atau lebih melanda kota-kota di Eropa, mulai dari Paris hingga London, pada 2022.

Para ilmuwan iklim dari World Weather Attribution mengatakan bahwa temperatur setinggi itu "nyaris mustahil" tanpa adanya perubahan iklim.

Baca juga: Studi Terbaru: Kematian Capai 55% Akibat Gelombang Panas India, Jam Kerja Hilang 167,2 Miliar

Gelombang panas pada tahun 2003 menimbulkan lebih dari 70.000 kematian eksesif—selisih angka perkiraan dalam keadaan normal dengan angka sebenarnya—di Eropa, sebagian besar terjadi di Prancis.

Baca juga: Waspada, Suhu Udara di Tahun 2023 Diprediksi Lebih Panas, Ini Kata BMKG

Bencana itu mendorong banyak negara untuk mengambil berbagai langkah, seperti menerapkan sistem peringatan dini, meminta penduduk untuk saling mengawasi, dan memasang penyejuk udara di sekolah.

Langkah-langkah itu serta rencana aksinya mungkin telah mengurangi dampak gelombang panas pada 2022. Akan tetapi, kata Chloe Brimicombe, peneliti gelombang panas di Universitas Graz, Austria, angka kematian masih "lebih tinggi dari perkiraan".

"Saya menganggap ini sebagai gelombang panas paling berdampak sejak 2003," terangnya, dikutip Antara.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Karena pihak berwenang tidak mengaitkan sebagian besar kematian dengan udara panas, para statistikawan menggunakan rumus untuk menghitung angka perkiraan kematian eksesif.

Udara panas bisa membunuh dengan memicu heatstroke (kenaikan suhu tubuh secara dramatis) yang merusak otak, ginjal, dan organ-organ lain.

Heatstroke juga bisa memicu kondisi lain seperti serangan jantung atau gangguan pernapasan.

Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) mengatakan bahwa pada bulan ini Eropa telah menghangat lebih dari dua kali lipat dibandingkan wilayah dunia lainnya selama tiga dasawarsa terakhir.

Sementara itu, Dinas Perubahan Iklim Copernicus mengatakan bahwa musim panas 2022 merupakan yang terpanas dalam sejarah.

Prancis melaporkan sekitar separuh dari total kematian eksesif di Eropa Barat dengan 10.420 kematian.

Kematian eksesif mencapai 3.271 di Inggris dan Wales selama musim panas tahun ini, kata Kantor Statistik Nasional Inggris.

Spanyol mencatat 4.655 kematian akibat gelombang panas pada Juni hingga Agustus, sedangkan badan kesehatan Jerman melaporkan 4.500 kematian.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini