Share

PM Malaysia Anwar Ibrahim Janji Persatuan Usai Puluhan Tahun Penuh Cobaan dan Kesengsaraan

Susi Susanti, Okezone · Jum'at 25 November 2022 10:36 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 25 18 2714554 pm-malaysia-anwar-ibrahim-janji-persatuan-usai-puluhan-tahun-penuh-cobaan-dan-kesengsaraan-kjrxpKPk5m.jpg PM Malaysia Anwar Ibrahim (Foto: Reuters)

MALAYSIAPerdana Menteri (PM) baru Malaysia Anwar Ibrahim berjanji akan memperjuangkan persatuan saat dilantik sebagai PM Malaysia pada Kamis (24/11/2022). Pelantikannya ini dilakukan setelah tiga dekade perjalanan politiknya, yang bermula dari anak didik pemimpin veteran PM Mahathir Mohammad, hingga menjadi pemimpin aksi protes dan seorang tahanan yang dihukum karena tuduhan sodomi, sebelum akhirnya menjadi pemimpin oposisi.

Anwar, 75, berjanji akan memerangi korupsi dan fokus pada ekonomi Malaysia sambil tetap menjunjung tinggi Islam sebagai agama resmi negara multietnis itu dan membela hak-hak khusus etnis Melayu.

Baca juga:  Dalai Lama hingga Duta Besar Asing di Malaysia Beri Ucapan dan Doa ke PM Malaysia Anwar Ibrahim

“Setelah puluhan tahun penuh cobaan dan kesengsaraan, Ia (Tuhan) telah memberikan kesempatan itu bagi kita, dan bagi saya khususnya, untuk memimpin negeri ini,” kata Anwar di hadapan wartawan pada Kamis (24/11/2022) malam waktu setempat, dikutip VOA.

Baca juga: PM Singapura Ucapkan Selamat ke PM Malaysia Anwar Ibrahim, Tak Sabar untuk Bertemu Bahas Masalah Bersama

Ia kemudian meneriakkan kata “Reformasi,” setelah menyerukannya selama bertahun-tahun saat menjadi oposisi.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Penunjukkannya sebagai PM mengakhiri krisis pascapemilu selama lima hari yang belum pernah terjadi sebelumnya. Akan tetapi, penunjukkannya juga dapat menyebabkan ketidakstabilan lebih lanjut ketika pesaingnya, mantan Pm Muhyiddin Yassin, menantangnya untuk membuktikan mayoritasnya di parlemen Malaysia.

Anwar mengambil alih kursi PM pada saat yang menantang, yakni perlambatan ekonomi dan perpecahan bangsa setelah pemilu ketat yang mengadu koalisi progresif Anwar melawan aliansi Muslim-Melayu Muhyiddin yang sebagian besar berhaluan konservatif.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini