Share

Kisah Sedih Anne Boleyn, Istri King Henry VIII yang Dihukum Mati Karena Gagal Memberikan Anak Laki-laki

Destriana Indria Pamungkas, MNC Portal · Jum'at 25 November 2022 11:31 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 25 18 2714593 kisah-sedih-anne-boleyn-istri-king-henry-viii-yang-dihukum-mati-karena-gagal-memberikan-anak-laki-laki-TkWicJTULy.jpg Ilustrasi (Foto: Muslim Free)

JAKARTA- Kisah sedih Anne Boleyn, istri King Henry VII yang dihukum mati karena gagal memberikan anak laki-laki menarik untuk dibahas. Kisah Anne Boleyn seakan menyiratkan bahwa menjadi seorang ratu tak seindah yang dibayangkan.

Bagaimana tidak, Anne Boleyn harus berakhir tragis dengan kepala terpenggal atas berbagai macam tuduhan yang dilayangkan oleh suaminya sendiri, Raja Henry VIII. Eksekusi mati Anne Boleyn berlangsung di Tower Green, London, pada 19 Mei 1536.

Lantas, bagaimana kisah lengkapnya? Berikut Kisah Sedih Anne Boleyn, istri King Henry VIII yang dihukum mati karena gagal memberikan anak laki - laki.

Anne Boleyn sebelum resmi menjadi seorang ratu hanyalah seorang pelayan terhormat untuk Catherine dari Aragon, yakni istri pertaa raja Henry VIII yang dinikahi pada 1509-1533.

Pelayan terhormat ini lahir dari keluarga bangsawan yang juga pernah bertugas di istana Eropa. Ayahnya, Sir Thomas Boleyn, merupakan seorang diplomat. Tak heran jika Anne dididik dengan banyak keterampilan.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Anne mampu tampil menawan dengan menari, menyanyi, dan juga keterampilan seni lain. Ia juga memiliki fungsi politik di pengadilan dan berperan untuk menyapa para pejabat asing sehingga ia memiliki pengaruh dalam urusan internasional.

Karena kemampuannya inilah Anne memiliki keterlibatan dengan banyak pemimpin politik, termasuk dengan menteri utama Raja Henry VII yakni Thomas Cromwell.

Hal ini rupanya membuat Raja Henry VIIII jatuh hati pada Anne. Sayangnya, Anne menolak cinta Raja Henry VIII karena Catherine masih berstatus sebagai istri sang raja dan tidak mau dijadikan gundik.

Untuk itu, Raja Henry VIII mengupayakan agar ia bisa menceraikan sang istri. Proses perceraian pun memakan waktu yang tidak sebentar karena gereja terus menolah permohonan sang raja.

Singkatnya, Raja Henry VIII dan Anne Boleyn pada akhirnya menikah secara diam-diam pada 1533. Pernikahan tersebut rupanya membuat sang raja dan Uskup Agung Canterbury dikucilkan dari gereja Katolik.

Pada awalnya, kehidupan pernikahan Henry dan Anne baik-baik saja. Namun, semuanya berubah ketika Anne tidak bisa melahirkan anak laki-laki sebagai ahli waris. Anne melahirkan anak perempuan pada 1533 yang nantinya menjadi Ratu Elizabeth I. Ia juga sempat mengalami keguguran dan satu-satunya anak laki-laki yang ia miliki justru lahir dalam keadaan mati pada Januari 1536.

Karena itulah, Raja Henry VIII akhirnya melakukan perzinahan dengan Madge Shelton dan Jane Seymour. Keduanya merupakan pendamping ratu. Di samping itu, Anne tengah berselisih paham dengan Cromwell perihal kebijakan luar negeri dan keuangan.

Pada akhirnya, Anne Boleyn dituduh melakukan hubungan seksual dengan salah seorang anggota istana, melakukan inses, dan menggunakan ilmu sihir untuk sang raja. Anne kabarnya mendapatkan siksaan untuk mengakui perbuatannya sebelum akhirnya kepalanya dipenggal.

11 hari setelah kematian Anne, Raja Henry VIII melangsungkan pernikahan dengan Jane Seymour.

 (RIN)

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini