Share

Lebih Pilih Jomblo, Alasan Warga China Ogah Punya Anak

Rina Anggraeni, Okezone · Jum'at 25 November 2022 18:58 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 25 18 2714708 lebih-pilih-jomblo-alasan-warga-china-ogah-punya-anak-s5Rs0P92Ho.jpg Ilustrasi (Foto: everafter-wedding)

JAKARTA- Alasan warga China ogah punya anak menarik dibahas. Beberapa fakta ini membuat pemerintah setempat merasa cemas. Hal ini bisa saja mengurangi populasi di negeri terkenal Panda itu.

Alasan warga China ogah punya anak dikarenakan tingkat pernikahan di negara itu berkurang. Sebab, beberapa pasangan mudah memilih untuk menunda pernikahan di China, sebab adanya bagian dari tren global.

Dilansir BBC, penurunan ini sebagian disebabkan oleh kebijakan selama puluhan tahun yang dirancang untuk membatasi pertumbuhan populasi China, yang berarti semakin sedikit orang muda di China yang tersedia untuk menikah, menurut pejabat dan sosiolog China.

Tapi itu juga akibat dari perubahan sikap terhadap pernikahan, terutama di kalangan wanita muda, beberapa di antaranya semakin kecewa dengan institusi tersebut karena perannya dalam mengakar ketidaksetaraan gender.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Penurunan angka pernikahan ini membuat orang tua khawatir bahkan dengan kemungkinan terkecil keturunan mereka akan tetap tidak menikah dan tidak memiliki anak.

Mereka takut akan putusnya garis keturunan keluarga, atau bahwa tidak akan ada yang merawat anak-anak mereka yang belum menikah ketika mereka pergi.

Sebagai informasi, Biro Statistik Nasional China (NBS) menyebutkan angka kelahiran selama 2017 mencapai 17,23 juta jiwa atau lebih rendah 630 ribu dibandingkan 2016 yang mencapai 17,86 juta jiwa. Angka tersebut di luar prediksi pemerintah yang memperkirakan pada 2030 jumlah populasi bakal bertambah dari 1,39 miliar jiwa menjadi 1,45 miliar jiwa.

Saat ini, 2.905 pemuda yang belum menikah dan tinggal di perkotaan antara usia 18 dan 26 tahun. Ada beberapa alasan yang menyebabkan keengganan untuk menikah ini. Mulai dari tak punya waktu hingga biaya keuangan pernikahan dan beban ekonomi memiliki anak.

 (RIN)

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini