Share

Tim Ilmuwan Berhasil Hidupkan Kembali Virus Berusia 48.500 Tahun

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 25 November 2022 14:16 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 25 18 2714722 tim-ilmuwan-berhasil-hidupkan-kembali-virus-berusia-48-500-tahun-hcgwO3vMXL.jpg Ilustrasi. (Foto: Reuters)

PERMAFROST yang mencair dapat menimbulkan ancaman bagi umat manusia, para ilmuwan telah memperingatkan setelah menghidupkan kembali virus kuno yang membeku selama puluhan ribu tahun.

Virus seperti ini masih mampu menginfeksi organisme hidup, kata tim peneliti internasional itu setelah mereka mengamati sembilan virus purba yang ditemukan di permafrost Siberia yang menginfeksi amuba di laboratorium.

BACA JUGA: 5 Penyakit Mematikan yang Muncul karena Pemanasan Global

Virus tertua yang baru ditemukan berusia hampir 50.000 tahun, kata tim tersebut. “48.500 tahun adalah rekor dunia,” kata Jean-Michel Claverie, anggota tim dan peneliti di Universitas Aix-Marseille di Prancis, kepada New Scientist.

Tim tersebut mempelajari total tujuh virus purba dalam studi terbarunya. Grup tersebut menerbitkan pracetak karya mereka pada awal November.

BACA JUGA: Benjamin Jesty, Pionir Vaksinasi Penyelemat Dunia dari Wabah Mematikan yang Jejaknya Terkubur Sejarah

Kelompok yang beranggotakan ilmuwan dari Rusia, Prancis, dan Jerman ini sebelumnya berhasil menghidupkan kembali dua virus purba lainnya yang berusia 30.000 tahun. Virus yang ditemukan dan dihidupkan kembali oleh tim tersebut dianggap paling kuno yang pernah dihidupkan kembali, meskipun peneliti lain mengklaim telah menghidupkan kembali bakteri yang dikatakan berusia hingga 250 juta tahun.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Semua virus yang dihidupkan kembali oleh tim adalah jenis pandoravirus – sekelompok virus raksasa yang hanya mampu menginfeksi organisme bersel tunggal seperti amuba. Namun, fakta bahwa kesembilan virus purba masih mampu menginfeksi sel hidup setelah menghabiskan puluhan ribu tahun di permafrost berarti bahwa virus lain yang terperangkap di sana yang berpotensi menularkan tumbuhan, hewan, atau bahkan manusia dapat dilepaskan dan dihidupkan kembali juga, demikian diperingatkan para ilmuwan.

“Ada bahaya yang nyata,” kata Claverie, menambahkan bahwa “ada bakteri dan virus yang keluar setiap hari.” Namun, sejauh ini tidak mungkin untuk menentukan secara tepat tingkat potensi bahayanya, tambahnya sebagaimana dilansir RT.

Rusia telah memperingatkan tentang bahaya yang dapat timbul akibat terus mencairnya permafrost yang disebabkan oleh perubahan iklim. Mencairkan tanah yang telah sangat beku selama berabad-abad atau bahkan ribuan tahun masih dapat mengandung "beberapa spora bakteri dan virus 'zombie' yang layak," kata Nikolay Korchunov, perwakilan senior Rusia di Dewan Arktik, kepada RT pada 2021.

Moskow mengatakan menganggap bahayanya cukup serius untuk meluncurkan proyek keamanan hayati dan telah meminta semua negara Dewan Arktik lainnya untuk bergabung. Selain Rusia, organisasi antar pemerintah termasuk Amerika Serikat (AS), Kanada, Denmark, Norwegia, Islandia, Finlandia, dan Swedia.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini