Share

Sekutu Dekat Rusia: Ukraina Harus Bernegosiasi Atau Terima Risiko Hancur Total

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 25 November 2022 15:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 25 18 2714781 sekutu-dekat-rusia-ukraina-harus-bernegosiasi-atau-terima-risiko-hancur-total-bOZ7OO5UHF.jpg Presiden Belarusia Aleksandr Lukashenko. (Foto: Reuters)

YEREVAN - Ukraina harus melakukan upaya terbaik untuk mengakhiri konflik dengan Rusia, Presiden Belarusia Aleksandr Lukashenko mengatakan pada Kamis, (24/11/2022). Dia menambahkan bahwa kegagalan Kiev untuk melakukan hal itu akan menyebabkan kehancuran total bagi Ukraina.

Mengomentari konflik di negara tetangganya, pemimpin Belarusia mencatat bahwa "semuanya ada di tangan Ukraina sekarang."

"Jika mereka (Kiev) tidak ingin orang mati, dan mati dalam jumlah besar... Sulit, tetapi (konflik) harus dihentikan, karena kehancuran total Ukraina akan menyusul," kata Lukashenko, berbicara di sela-sela dari KTT Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif (CSTO) di Armenia.

Lukashenko menambahkan bahwa bukan hanya “kehilangan status kenegaraan” yang dipertaruhkan untuk Ukraina, tetapi juga keberadaannya.

Dia mengklaim bahwa rakyat Ukraina, yang menanggung beban konflik, pada akhirnya akan memaksa Presiden Volodymyr Zelensky melakukan pendekatan diplomatik.

“Dalam satu atau dua tahun, orang-orang akan menuduhnya: 'Apa yang kamu lakukan untuk memulai perang ini?,” kata Lukashenko sebagaimana dilansir RT.

Menurut Lukashenko, situasi tersebut akan “menekan kepemimpinan Ukraina – jika masuk akal – untuk duduk di meja perundingan.”

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Setelah Rusia meluncurkan kampanye militernya melawan Ukraina pada akhir Februari, Belarus menjadi tuan rumah beberapa putaran pembicaraan antara Moskow dan Kiev. Namun, pada saat itu, upaya diplomatik ini gagal membuahkan hasil.

Pada Oktober, presiden Belarusia mengklaim bahwa meskipun Minsk ikut serta dalam operasi militer Rusia, perannya terbatas. Dia mengatakan bahwa negaranya mencegah konflik menyebar ke wilayahnya sambil memastikan bahwa “tidak ada yang akan menembak Rusia dari belakang dari wilayah Belarus.”

Pada akhir September, dia juga mengklaim bahwa konflik dapat berakhir "hanya dalam beberapa hari" jika kekuatan Barat mendukung penyelesaian damai. Pernyataan ini sampai batas tertentu digaungkan oleh Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov, yang mengatakan pekan lalu bahwa partisipasi negara-negara Barat dalam dialog dapat menjadi “elemen penuntun dan penguat.”

Sementara Moskow telah berulang kali memberi isyarat bahwa mereka terbuka untuk negosiasi, Presiden Zelensky telah menetapkan beberapa syarat. Itu termasuk "pemulihan integritas teritorial (Ukraina)", "kompensasi untuk semua kerusakan perang", dan "hukuman bagi setiap penjahat perang".

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini