Share

Sejarah Singkat MI6, Badan Intelijen Kerajaan Inggris

Nadilla Syabriya, Okezone · Jum'at 25 November 2022 15:35 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 25 18 2714810 sejarah-singkat-mi6-badan-intelijen-kerajaan-inggris-N0Cu7KyvN2.jpg Gedung MI6 di London. (Foto: Reuters)

JAKARTA – Dinas Intelijen Rahasia Inggris (Secret Intelligence Service/SIS) atau yang lebih dikenal MI6 merupakan sebuah badan intelijen eksternal milik Inggris. Badan ini dibentuk pada 1569 oleh sekretaris negara Ratu Elizabeth I, Sir Francis Walsingham.

MI6 yang dikenal saat ini didirikan pada 1909 oleh Mansfield George Smith Cumming, atau yang lebih dikenal dengan “C”. Awalnya, keberadaan dinas rahasia ini dirahasiakan dari publik, hanya Perdana Menteri Britania Raya dan pejabat tertentu saja yang tahu.

BACA JUGA: Kisah 3 Agen Ganda Uni Soviet yang Pernah Bekerja untuk CIA dan MI6

Prestasi para agen MI6 ini terbilang cemerlang. Sejumlah operasi intelijen kontra Jerman dan Rusia sukses dijalankan pada Perang Dunia I dan Perang Dunia II. Terutama pada Perang Dunia I, saat MI6 dipimpin spymaster Mansfield Smith Cumming. Berulang kali mereka berhasil mengalahkan Jerman.

Lantas, bagaimana sejarah dibentuknya MI6? Melansir dari beragam sumber, berikut adalah pembahasannya. Yuk simak!

Sejarah badan intelijen ini berawal dari Sir Francis Walsingham yang menggerakan para agennya untuk membongkar komplotan makar terhadap Ratu pada akhir abad ke-16. Beberapa tokoh ternama pada masa itu, seperti John Evelyn, dikirim ke luar negeri untuk melakukan penyelidikan rahasia.

BACA JUGA: 8 Badan Intelijen yang Paling Ditakuti di Dunia

Dana tetap untuk kegiatan mata-mata mulai dianggarkan pada masa kekuasaan Raja Charles II (1630-1685). Uang yang digunakan lebih banyak dipakai untuk membayar informan, baik di dalam dan luar negeri, namun hal tersebut kurang efektif. Di dalam negeri, kelompok-kelompok politik radikal umumnya diprovokasi oleh provokator dan mata-mata. Sedangkan di luar negeri, seluruh Eropa sudah mengetahui mengenai campur tangan badan intelijen Inggris di beberapa negara.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Ketika Ratu Victoria (1819-1901) memegang kekuasaan, keamanan dan ketertiban di Inggris terjaga dengan baik. Pada saat ini, badan intelijen hampir tidak berfungsi karena tidak memiliki pekerjaan apapun. Setelah saat itu, perekrutan orang-orang penting agar dapat dipekerjakan mata-mata terus dilakukan oleh pemerintah.

Hingga disahkannya undang-undang kegiatan intelijen pada 1994, dinas intelijen seperti MI6, MI5, dan GCHQ tidak pernah diakui eksistensinya secara resmi. Tetapi, melalui kisah-kisah spionase yang ditulis para novelis, reputasi badan intelijen Inggris telah ada sejak dahulu. Tokoh fiksi James Bond yang diciptakan Ian Fleming merupakan ikon paling populer dari kegiatan intelijen MI6.

Memasuki abad ke-20 berarti memasuki era baru ketidakamanan. Perang Boer (1899-1902) secara mengejutkan mengungkapkan kelumpuhan organisasi militer Inggris. Pada saat yang sama, perluasan kekuatan militer dan industri Jerman tampak siap mengancam supremasi Inggris yang telah lama mapan.

Pada 1905, pemerintah Inggris mendirikan Komite Pertahanan Kerajaan. Tugasnya mengawasi strategi dan mendorong peningkatan pengorganisasian lembaga-lembaga pertahanan pada masa damai dan perang. Dinas intel dan kontra spionase Inggris mulai ditangani lebih serius.

Kendati sempat dianggap sebagai bertentangan dengan tradisi liberal Inggris, praktiknya tetap berjalan. Pengawasan dan penyensoran terhadap telegram dan surat dari dan ke Afrika Selatan terbukti memberikan arus tetap informasi yang berguna tentang Perang Boer.

Pada 1907, kekhawatiran masyarakat yang dikipasi kaum propagandis bertumpu pada satu skenario yang menyebutkan bahwa Jerman sedang berminat menyerbu Inggris. Hal ini mendorong lahirnya badan intelijen yang memadai dan terorganisasi.

Meskipun begitu, Menhankam saat itu R.B Haldane dan banyak rekannya masih sangat ragu-ragu akan keperluan dinas rahasia itu. Tapi pada 1909, demam mata-mata kian berjangkit. Serangkaian publikasi novel Spies of the Kaiser di Weekly News membangkitkan sensasi khalayak.

Pengarang fiksi ini, William Tufnell Le Queux, menyatakan bahwa penceritaan gaya James Bondnya tentang perjuangan melawan spionase Jerman di Inggris seluruhnya berdasarkan fakta dan surat kabar tersebut menawarkan hadiah 10 dollar kepada setiap orang yang mengirim surat pengakuan pernah melihat mata-mata. Tak ayal laporan tentang kesaksian memergoki para spion meningkat sepanjang tahun itu.

Namun bagaimanapun spesifikasinya, laporan-laporan itu setidaknya telah mempercepat lahirnya badan intel yang terorganisasi rapi pertama di dunia. Mayjen Ewart mencoba merumuskan bahwa biro dinas rahasia harus menangani baik spionase di negeri ini maupun kegiatan agen-agen kita di luar negeri.

Di sinilah asal muasal MI5 dan MI6. Tapi, keduanya tak selamanya sejalan, apalagi bekerja sama. Mereka lebih sering bersaingan. Perbedaannya secara tugas, MI5 adalah dinas keamanan/pengamanan (security service), sedangkan MI6 adalah intelijen rahasia (Secret Intelligence Service), yang lazimnya disebut SIS.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini