Share

Gubernur dan Ulama Sumut Gelar Sholat Gaib untuk Korban Gempa Cianjur

Wahyudi Aulia Siregar, Okezone · Minggu 27 November 2022 05:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 27 608 2715526 gubernur-dan-ulama-sumut-gelar-sholat-gaib-untuk-korban-gempa-cianjur-nj0DVYAQri.jpg Gubernur Sumut Edy Rahmayadi (Foto: istimewa/Okezone)

MEDAN - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi bersama para ulama dan tokoh masyarakat di Sumatera Utara melaksanakan Sholat Gaib dan Doa Bersama bagi korban gempa bumi di Cianjur, Jawa Barat.

Kegiatan salat dilaksanakan di Aula Tengku Rizal Nurdin, Kompleks Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Kota Medan, Sabtu 26 November 2022.

Sumatera Utara (Sumut) yang banyak dihuni oleh warga dari berbagai provinsi, termasuk Jawa Barat turut berempati dan menggalang bantuan kemanusiaan. Baik dari pemerintah maupun kalangan masyarakat atau berbagai komunitas.

Dalam sambutannya, Gubernur Edy menyebutkan bahwa kegiatan sholat gaib dan doa bersama yang dilaksanakan sore hingga malam hari ini juga diisi dengan upaya penggalangan dana bantuan dari para hadirin.

Baca juga: Marinir Evakuasi Korban Gempa Cianjur Tertimbun Longsor, Ini Pesan Satgas TNI AL

Hadir di antaranya Sekretaris Daerah, (Sekda) Sumut Arief S Trinugroho, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumut Maratua Simanjuntak, Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Sumut Mohammad Hatta, Ketua Paguyuban Warga Sunda (PWS) Sumut Dadan Ramdan, serta sejumlah ormas.

Baca juga: BIN Kerahkan Bantuan ke Wilayah Terpencil Korban Gempa Cianjur

Menurut Gubernur, sholat gaib dan doa bersama adalah untuk mendoakan warga yang terkena musibah gempa Cianjur. Baik yang meninggal dunia maupun mereka yang selamat. Langkah ini sebagai wujud rasa simpatik rakyat Sumatera Utara kepada saudaranya di Jawa Barat.

"Kita juga pernah duduk seperti ini, melakukan salat gaib untuk Palestina. Sampai ke luar negeri saja kita peduli, apalagi ini di Indonesia," sebut Edy.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

Karena itu, lanjut Gubernur, kegiatan doa ini serangkaian dengan pengumpulan dana bantuan yang nantinya akan diberikan kepada para korban bencana di Jawa Barat. Setidaknya memberikan keringanan atas beban yang dialami masyarakat di sana.

"Apalagi saya selama 11 tahun di Kota Baru. Saya hafal betul, di sana banyak pesantren dan rumah ibadah yang hilang. Dan banyak yang belum ditemukan," ungkap Edy sembari mengatakan adanya temuan bayi dalam keadaan hidup di bawah puing reruntuhan.

Edy juga mengajak hadirin untuk berdoa agar korban yang hingga saat ini masih hilang, dapat segera ditemukan. Sebab katanya, tidak ada yang bisa melawan kehendak Allah. Namun sebagai manusia, tugasnya adalah membantu sesama.

Selain doa bersama, lanjut Gubernur, dirinya juga mengimbau agar pihak terkait bisa mempersiapkan bantuan dari hasil pengumpulan dana pada acara itu. Untuk tahap pertama, mengirimkan bantuan berupa barang kebutuhan yang diperlukan di sana.

"Nanti siapkan tim, terutama orang-orang yang ada di Sumatera Utara. Lihat apa yang mereka (korban bencana) butuhkan," sebut Edy.

Selanjutnya kata Edy, bantuan tahap kedua yakni bagaimana membantu membangun kembali rumah ibadah yang runtuh akibat gempa. Sehingga perlu didata berapa yang terdampak musibah.

"Jadikan ini kebiasaan, budaya kita di Sumut. Kita mencontoh Rasulullah Muhammad SAW, silaturahmi membicarakan kondisi umat. Jadi nanti, jangan tunggu Gubernur, langsung buat seperti ini," pungkasnya.

Sementara dalam Tausiyahnya, Ustadz Fadli Sudiro menyebutkan rangkaian salat gaib dan doa bersama itu membuktikan, betapa Allah punya Kuasa atas ketentuan-Nya. Sehingga musibah yang melanda kawasan Cianjur dan Sukabumi Jawa Barat, melahirkan rasa kepedulian yang tinggi dari berbagai penjuru negeri.

Usai menggelar salat Maghrib dan Salat Gaib, Gubernur pun langsung memimpin rapat bersama para tokoh masyarakat, warga Sunda serta seluruh jemaah. Pertemuan itu untuk menentukan bagaimana bantuan yang terkumpul bisa segera dikirimkan kepada para korban, termasuk siapa saja relawan yang bersedia berangkat ke lokasi bencana.

Selain itu, Ketua MUI Sumut H Maratua Simanjuntak juga mengimbau kepada seluruh masyarakat di Sumut untuk menggelar salat gaib di seluruh masjid pada Minggu (27/11/2022), setelah sholat Zuhur.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini