Share

Dekan Cambridge Sebut Yesus Kristus Mungkin Seorang Transgender

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 28 November 2022 11:18 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 28 18 2716086 dekan-cambridge-sebut-yesus-kristus-mungkin-seorang-transgender-0STFudVXlC.JPG Foto: Reuters.

CAMBRIDGE - Dekan Trinity College di Cambridge, Inggris menyebut spekulasi bahwa Yesus Kristus mungkin adalah transgender "sah", demikian dilaporkan The Telegraph. Dr. Michael Banner membuat pernyataan untuk membela seorang rekan peneliti junior yang mengklaim bahwa tubuh Yesus memiliki fitur maskulin dan feminin.

Selama kebaktian malam Minggu, (20/11/2022) lalu di kapel perguruan tinggi, mahasiswa riset Cambridge Joshua Heath memamerkan lukisan-lukisan Renaisans dan Abad Pertengahan tentang penyaliban Yesus sambil menegaskan bahwa salah satu luka di tubuhnya "tampak jelas seperti vagina," menurut surat kabar itu.

Untuk membuktikan maksudnya, Heath menggunakan lukisan abad ke-14 'Pieta dengan Tritunggal Mahakudus' karya Jean Malouel, yang merupakan bagian dari koleksi Louvre. Lukisan itu menggambarkan Yesus dengan luka samping, dari mana darah mengalir ke selangkangan.

โ€œDalam tubuh Kristus yang maskulin dan feminin secara bersamaan dalam karya-karya ini, jika tubuh Kristus sebagaimana karya-karya ini menyarankan tubuh dari semua tubuh, maka tubuhnya juga merupakan tubuh trans,โ€ kata Heath, seperti dikutip dari outlet itu sebagaimana dilansir RT.

BACA JUGA:ย Lukisan Yesus Seniman Siprus Bikin Marah Gereja dan Pemerintah

Jemaat rupanya terkejut, dengan salah satu anggotanya memberi tahu The Telegraph bahwa dia "meninggalkan kebaktian sambil menangis". Dia berkata bahwa dia "menghina gagasan bahwa dengan membuat lubang pada seorang pria, di mana dia dapat ditembus, dia dapat menjadi seorang wanita", menggambarkan pendapat tersebut sebagai "bid'ah untuk zaman kita."

Baca Juga: Aksi Nyata 50 Tahun Hidupkan Inspirasi, Indomie Fasilitasi Perbaikan Sekolah untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

Banner menyatakan dalam komentar yang dilihat oleh The Telegraph bahwa menurutnya "spekulasi itu sah, apakah Anda atau saya atau orang lain tidak setuju dengan interpretasi tersebut, mengatakan sesuatu yang lain tentang tradisi artistik itu, atau menolak penerapannya pada pertanyaan kontemporer seputar transseksualisme."

Pada saat yang sama, dekan bersikeras bahwa meskipun pendapat itu milik pembicara, dia "tidak akan mengeluarkan undangan kepada seseorang yang saya pikir akan dengan sengaja berusaha untuk mengejutkan atau menyinggung jemaat" atau berbicara menentang agama Kristen.

Pekan lalu, mahasiswa mengadakan protes menentang kehadiran Profesor Kathleen Stock di Cambridge Union, yang dipaksa mengundurkan diri dari jabatannya di Universitas Sussex pada 2021 setelah dia mengatakan manusia tidak dapat mengubah jenis kelamin. Stock berada di kampus untuk mengungkapkan pandangannya tentang topik kebebasan berbicara, bukan tentang hak transgender.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini