Share

Seorang Pria Asal Medan Diringkus di Bali karena Hina Presiden Joko Widodo

Mohamad Chusna, MNC Portal · Senin 28 November 2022 14:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 28 244 2716229 seorang-pria-asal-medan-diringkus-di-bali-karena-hina-presiden-joko-widodo-QCBi8yWiRU.jpg Presiden Joko Widodo (Jokowi)/Biro Pers Kepresidenan

DENPASAR - Polda Bali mengamankan Harris Syahputra Damanik (41). Pria asal Medan ini diduga menghina Presiden Joko Widodo (Jokowi) lewat YouTube.

"Benar. Yang bersangkutan diamankan karena mencemarkan nama baik Presiden Jokowi lewat akun YouTube," kata Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto, Senin (28/11/2022).

Haris ditangkap saat berada di sebuah warung di Kuta, 25 November 2022 lalu. Dia lalu digelandang ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Bali.

Dari hasil pemeriksaan, dia menghina Presiden Jokowi melalui rekaman video yang kemudian diunggah lewat akun YouTube Raja Haris dan Raja Record, 16 Agustus 2022 lalu.

Kepada polisi, Haris mengaku video itu dibuat lantaran dirinya tidak puas dengan kebijakan pemerintah yang ada sehingga membuatnya membenci Presiden Jokowi.

Menurut Bayu, proses hukum kasus ini tidak dilanjutkan karena pelaku telah membuat video permintaan maaf.

Baca Juga: Aksi Nyata 50 Tahun Hidupkan Inspirasi, Indomie Fasilitasi Perbaikan Sekolah untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

"Dia juga berjanji tidak akan mengulangi," ujarnya. Polda Bali mengamankan Harris Syahputra Damanik (41). Pria asal Medan ini diduga menghina Presiden Jokowi lewat YouTube.

"Benar. Yang bersangkutan diamankan karena mencemarkan nama baik Presiden Jokowi lewat akun YouTube," kata Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto, Senin (29/11/2022).

Haris ditangkap saat berada di sebuah warung di Kuta, 25 November 2022 lalu. Dia lalu digelandang ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Bali.

Dari hasil pemeriksaan, dia menghina Presiden Jokowi melalui rekaman video yang kemudian diunggah lewat akun YouTube Raja Haris dan Raja Record, 16 Agustus 2022 lalu.

Kepada polisi, Haris mengaku video itu dibuat lantaran dirinya tidak puas dengan kebijakan pemerintah yang ada sehingga membuatnya membenci Presiden Jokowi.

Menurut Bayu, proses hukum kasus ini tidak dilanjutkan karena pelaku telah membuat video permintaan maaf.

"Dia juga berjanji tidak akan mengulangi," ujarnya.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini