Share

Sejarah Kompleks Pesanggrahan Ambarrukmo Lokasi Pernikahan Kaesang, Tempat Peristirahatan Sri Sultan HB VII

Erfan Erlin, iNews · Senin 28 November 2022 14:12 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 28 510 2716249 sejarah-kompleks-pesanggrahan-ambarrukmo-lokasi-pernikahan-kaesang-tempat-peristirahatan-sri-sultan-hb-vii-0d2fcGWoNQ.JPG

JAKARTA - Pendopo Agung Royal Ambarrukmo di Hotel Royal Ambarrukmo dikabarkan akan menjadi lokasi pernikahan Putera Presiden Jokowi, Kaesang Pengarep dengan mantan Finalis Puteri Indonesia asal Sleman Erina Gudono.

Nampaknya Presiden Jokowi menjadikan Pendopo Agung Royal Ambarrukmo sebagai tempat pernikahan anaknya. Karena ternyata Pendopo Agung Royal Ambarrukmo memiliki history atau sejarah yang cukup menarik untuk dicermati.

General Manager Hotel Royal Ambarrukmo, Herman Curbois mengatakan Pendopo Agung Royal Ambarrukmo sebenarnya merupakan heritage karena merupakan salah satu bangunan tempat peristirahatan Raja Ngayogyakarto Hadiningrat. Satu kompleks karena di tempat tersebut juga ada Alun-alun, Pringgitan, Gadri, Gandok dan juga Bale Kambang.

"Bangunan di sini memang mirip dengan susunan di Keraton Yogyakarta,"kata dia.

Herman menuturkan kompleks pendopo Agung Royal Ambarrukmo dulu menjadi tempatnya peristirahatan raja-raja Yogyakarta. Dulunya jika raja Yogyakarta ingin beristirahat keluar dari keraton biasanya datang ke peristirahatan di kedhaton Ambarrukmo ini yang dulunya memang masih hutan.

Termasuk ketika ada tamu dari luar daerah yang hendak bertemu dengan raja maka biasanya diminta untuk beristirahat dulu di peristirahatan tersebut.

Bangunan ini merupakan cagar budaya dan menjadi salah satu bangunan utama dari kesatuan kompleks Pesanggrahan Ambarrukmo. Berdasarkan dari catatan sejarah, bangunan ini dibangun pada medio 1792.

"Sehingga kini bangunan tersebut telah berusia sekitar 230 tahun,"kata dia.

Awalnya dulu dibuat oleh Sri Sultan Hamengku Buwono Il, kemudian dilanjutkan dan dibangun oleh Sri Sultan Hamengku Buwono V. Hingga kemudian disempurnakan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono VII.

Pemberian nama sendiri juga berdasarkan keputusan Sri Sultan Hamengku Buwono VII yang memilih untuk menempati tempat ini. Di mana saat itu, pada 27 Oktober 1920, Sri Sultan Hamengku Buwono VII mengajukan mundur atau berhenti menjabat sebagai Sri Sultan melalui surat pengunduran diri.

Baca Juga: BuddyKu Festival, Generasi Muda Wajib Hadir

Follow Berita Okezone di Google News

"Setelah resmi turun tahta, beliau kemudian memutuskan untuk tinggal di Pesanggrahan Ambarrukmo,"terangnya.

Tetapi sebelum ini, sebenarnya juga ada alun-alun, pendopo dan juga balai Kambang. Kendati sudah mencapai umur ratusan tahun, keaslian arsitektur bangunan masih tampak terjaga dengan baik. Mulai dari pendopo, Ndalem Ageng hingga Bale Kambang.

"Fungsinya ini dulu alun-alun untuk masyarakat umum, pendopo untuk resepsi, lalu pringgitan dan ageng dalem untuk VIP atau keluarga, lalu Gadri untuk keluarga dari raja," jelasnya.

Saat ini bangunan utama digunakan sebagai Museum Ambarrukmo dengan diisi oleh berbagai peninggalan raja-raja Keraton Yogyakarta. Dimulai dari Sri Sultan Hamengku Buwono I hingga Sri Sultan Hamengku Buwono X.

"Sekarang jadi museum yang menyajikan beragam foto-foto sejarah. Selain itu juga untuk menyimpan gamelan dan koleksi wayang kulit,” ungkapnya.

Di dalam Dalem Ageng ada beberapa ruangan yang difungsikan untuk tempat beberapa barang. Di antaranya ruangan pertama untuk Gamelan, ruangan kedua untuk wayang dan kemudian juga keris. Ada satu ruangan yang tidak boleh digunakan yaitu ruangan yang dulunya merupakan tempat peristirahatan (kamar) Sri Sultan HB VIIm

Saat ini, bangunan pendopo boleh dikomersialkan namun untuk kegiatan yang masih ada kaitannya dengan budaya. Biasanya dimanfaatkan untuk lokasi pernikahan. Tidak hanya berupa tulisan saja, melainkan juga tarian, sastra, gamelan hingga pewayangan gaya Yogyakarta.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini