Share

Ratusan Pengungsi Korban Gempa Cianjur di Sukalarang Sukabumi Mulai Terserang Demam dan Batuk

Dharmawan Hadi, MNC Portal · Senin 28 November 2022 18:10 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 28 525 2716487 ratusan-pengungsi-korban-gempa-cianjur-di-sukalarang-sukabumi-mulai-terserang-demam-dan-batuk-DGReFsvTJw.jpg Pengungsi gempa Cianjur/Foto: Dharmawan Hadi

SUKABUMI - Ratusan pengungsi korban gempa M5,6 Cianjur yang berada di Kampung Gedurahayu, Desa Titisan, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, mulai terserang penyakit batuk dan demam. Para warga tersebut masih bertahan di tenda pengungsian karena takut gempa susulan.

Saat ini para pengungsi tersebut membutuhkan obat-obatan, selain itu juga warga yang masih bertahan di tenda pengungsian tersebut membutuhkan bantuan makanan siap saji maupun bahan makanan untuk dimasaknya.

 BACA JUGA:Asal Muasal Nama Kota Kudus

Ketua RW 10, Asep Supriyadi mengatakan, ada 26 posko pengungsian yang dibangun warga dan setiap poskonya diisi oleh 10 Kepala Keluarga (KK) hingga 20 KK. Untuk di RW 10 sendiri ada 5 RT yang terdampak gempa, yaitu RT 40, 41, 42, 43 dan 44.

"Sekarang bayi yang ada di pengungsiam mulai terserang batuk, apalagi orang dewasa juga batuk sama demam, untuk yang ingin membantu penanganan di sini bawa obat-obatan," ujar Asep kepada MNC Portal Indonesia, Senin (28/11/2022).

 BACA JUGA:Penanganan Bencana Gempa Cianjur Dipegang Pemda Mulai Hari Ini

Lebih lanjut Asep mengatakan bahwa yang dibutuhkan warga yaitu pasokan makanan buat kebutuhan mereka di dalam pengungsian, petugas mendistribusikan setiap malam dalam satu hari, itu juga jika ada bantuan yang akan disalurkan, jika tidak ada, para pengungsi tidak dapat jatah makanan.

Ratusan pengungsi di RW 10 ini, lanjut Asep, tidak semuanya rumahnya mengalami rusak berat. Namun hampir 70 persen dari 354 KK mengalami kerusakan sedang maupun ringan akibat gempa tersebut.

Baca Juga: BuddyKu Festival, Generasi Muda Wajib Hadir

Follow Berita Okezone di Google News

"Pengungsi ini, tidak semuanya ambruk tapi rumahnya yang mengalami kerusakan di bagian dinding-dinding rumahnya. Apalagi gempa susulan sepekan ini terus terjadi dan dirasakan warga meski kecil. Jadi malam itu semua warga tidur di tenda," ujar Asep.

Asep menambahkan bahwa jika siang hari, sebagian warga beraktivitas di rumah untuk masak dan nyuci. Dan ketika malam datang, mereka balik ke tenda, karena khawatir gempa terus terjadi.

Sementara Kapolsek Sukalarang, AKP Asep Jenal Abidin membenarkan bahwa ada sebagian pengungsi mengalami sakit demam, namun untuk jumlahnya masih dalam pendataan pihak Puskesmas.

"Kalau untuk jumlahnya (yang sakit) ada di Puskesmas, kemarin ditangani langsung oleh tim Posko dari Puskesmas Sukalarang," ujar Kapolsek Sukalarang, AKP Asep Jenal Abidin.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini