Share

Kesal Api Ditungku Tidak Hidup, Suami Pukuli Istrinya hingga Babak Belur

Era Neizma Wedya, MNC Portal · Selasa 29 November 2022 02:31 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 28 610 2716602 kesal-api-ditungku-tidak-hidup-suami-pukuli-istrinya-hingga-babak-belur-HhDwed37KF.jpg Illustrasi (foto: Freepick)

OKI - Tragis nasib yang dialami Tantri Yani (22), warga Desa Lubuk Seberuk Ogan Komering Ilir. Hanya gara-gara api tungku tidak menyala ia menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan suaminya sendiri, Agus Wibowo (27). Akibatnya Agus berurusan dengan pihak kepolisian.

Kapolres OKI, AKBP Dili Yanto, melalui Kapolsek Lempuing Jaya Iptu Sairoji mengatakan perbuatan itu terjadi Rabu 23 November 2022 lalu, yang mana saat kejadian itu berawal dari awal saat korban hendak menghidupkan api di dalam tungku. Tetapi api yang tidak mau menyala membuat korban kesal dan jengkel yang kemudian membanting panci.

 BACA JUGA:Kasus Pria yang Viral Aniaya Wanita Petugas SPBU Berujung Damai

Kemudian dengan emosional suami korban mendatangi dan tanpa basa basi lagi langsung memukul wajah sebelah kiri korban sebanyak dua kali, dengan menggunakan tangan kanannya. Tidak berhenti sampai di sini, lalu pelaku menendang pinggul sebelah kiri korban juga sebanyak dua kali. Selanjutnya, kedua tangannya pelaku menarik kaki kiri korban hingga korban terjatuh.

“Akibat kejadian itu korban harus menderita luka memar pada bagian bibir dan wajahnya," katanya.

 BACA JUGA:Viral, Petugas SPBU Dianiaya Pelanggan Gara-Gara Uang Kembalian Kurang

Baca Juga: Aksi Nyata 50 Tahun Hidupkan Inspirasi, Indomie Fasilitasi Perbaikan Sekolah untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

Dikarenakan tidak terima atas perbuatan suaminya, sang istri segera mendatangi Mapolsek Lempuing Jaya untuk meminta keadilan. Dan melaporkan perbuatan itu ke polisi.

"Berbekal dari visum yang ada, anggota langsung melakukan pengembangan penyidikan dan akhirnya menangkap pelaku yang sedang berada di jalan poros Desa Lubuk Seberuk pada hari yang sama pukul 17.30 WIB," katanya.

Berdasarkan asas payung hukum restorative justice (keadilan restorasi), jika nantinya kedua belah pihak melakukan perdamaian dan korban mencabut laporannya. Maka permasalahan bisa diupayakan dengan payung hukum secara Restorative justice.

"Saat ini sedang dibahas mengenai kemungkinan dilakukannya restorative justice," pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini