Share

Partai Perindo Serahkan Bibit Pohon Salam saat Panen Perdana PETA NWDI

Ramli Nurawang, iNews · Selasa 29 November 2022 14:24 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 29 340 2717049 partai-perindo-serahkan-bibit-pohon-salam-saat-panen-perdana-peta-nwdi-3ryfDFbl5K.JPG Penyerahan bibit pohon salam kepada petani/Foto: Ramli Nurawang

LOMBOK TIMUR - Persatuan Tani (PETA) Nahdlatul Wathan Diniyyah Islamiyah (NWDI) menggelar panen perdana padi organik di Dusun Joben, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Montong Gading, Kabupaten Lombok Timur.

Panen perdana itu dihadiri oleh Ketua Harian Nasional Partai Persatuan Indonesia Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi.

 BACA JUGA:KPK Periksa Plt Bupati hingga Ketua DPRD Penajam Paser Utara

Pada kesempatan itu, Partai Perindo pun turut berpartisipasi dengan memberikan bibit pohon salam kepada kelompok tani NWDI. Bibit itu diserahkan langsung oleh Ketua DPW Perindo Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Atharifatullah.

Adapun, demplot padi organik seluas 1 hektar ini merupakan hasil panen anggota kelompok tani Persatuan Tani Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI).

 BACA JUGA:TGB Zainul Majdi Ikut Panen Perdana Kelompok Tani NWDI di Lombok Timur

Panen raya padi organik ini dilakukan TGB di Desa Pesanggarahan, Kecamatan Montong Gading Lombok Timur, Selasa (29/11/2022) pagi.

TGB melihat langsung produk obat pertanian organik hasil karya anggota Persatuan Tani Diniyah Islamiyah yang dipamerkan di sekitar lokasi panen perdana.

Hasil panen padi organik mampu meningkatkan produksi sampai 20 persen dibanding menggunakan pupuk kimia yang selama ini biasa diterapkan para petani.

Baca Juga: Aksi Nyata 50 Tahun Hidupkan Inspirasi, Indomie Fasilitasi Perbaikan Sekolah untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

"Kita bisa saksikan daerah Pesanggrahan ini menydiakan bahan baku yang luar biasa untuk pupuk organik. Dan kita bisa saksikan meski baru sepertiga persen, kita bisa lihat bulir-bulirnya besar dan subur," kata TGB saat diwawancara.

Karena itu, TGB memberikan motivasi dan mendorong upaya peningkatan produksi hasil pertanian tanpa merusak kesuburan tanah dengan cara memanfaatkan bahan organik.

"Produktivitasnya perlu ditingkatkan, namun di saat yang sama peningkatan proiduktivitas itu juga tidak boleh merusak kesuburan tanah. Makanya kita lihat kelompok tanai di sini menggunakan pupuk organik," ujarnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini