Share

Rangkap Jabatan Beberapa Menteri Sekaligus Secara Rahasia, Mantan PM Australia Dijatuhi Mosi Tidak Percaya

Susi Susanti, Okezone · Rabu 30 November 2022 12:46 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 30 18 2717737 rangkap-jabatan-jadi-beberapa-menteri-sekaligus-mantan-pm-australia-dijatuhi-mosi-tak-percaya-atas-keputusan-rahasia-R34PM6Yb6I.jpg Mantan PM Australia Scott Morrison (Foto: BBC)

AUSTRALIA - Mantan Perdana Menteri (PM) Australia Scott Morrison telah dijatuhi mosi tidak percaya oleh parlemen negara karena memberikan dirinya kewenangan rahasia saat menjabat.

Mosi bersejarah itu mengikuti laporan yang memberatkan yang mengatakan tindakannya "merusak kepercayaan pada pemerintah".

Ini menandai pertama kalinya seorang mantan PM dijatuhi mosi tidak percaya oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Baca juga: Australia Ancam Bakal Sanksi China Jika Dukung Rusia

Morrison telah membela dirinya ke beberapa kementerian, menyebut mosi itu adalah balas dendam dari pihak lawan.

Baca juga: PM Australia Tidak Menyesal Batalkan Kesepakatan Kapal Selam dengan Prancis

Pada Agustus lalu, terungkap bahwa Morrison telah merangkap jabatan dengan menjadi menteri bersama untuk kesehatan, keuangan, perbendaharaan, urusan dalam negeri dan sumber daya dalam dua tahun sebelum dia kehilangan kekuasaan pada Mei lalu.

Sebagian besar menteri tidak menyadari bahwa mereka berbagi portofolio dengan Morrison dan dia telah dijatuhi mosi tidak percaya secara luas, termasuk oleh rekan-rekan dekatnya.

Morrison yang saat ini menjadi anggota parlemen backbench, mengklaim keputusan dibuat di tengah "masa luar biasa" pandemi.

Baca Juga: BuddyKu Festival, Generasi Muda Wajib Hadir

Follow Berita Okezone di Google News

Selain itu, investigasi menemukan penunjukannya sah, dan bahwa dia menggunakan kekuatan ekstra hanya sekali yakni untuk menggantikan seorang menteri dalam masalah yang tidak terkait dengan pandemi.

Tapi ivestigasi itu memutuskan Morrison "secara fundamental merusak" pemerintah yang bertanggung jawab. Penyelidikan lain menemukan bahwa sebagian besar keputusannya tidak ada hubungannya dengan pandemi.

Morrison mengatakan kepada parlemen bahwa dengan melihat ke belakang dia yakin keputusannya "tidak perlu" dan dia telah memberi mereka "pertimbangan yang tidak memadai".

"Tidak seorang pun dari kita yang bisa mengklaim sempurna dalam keadaan seperti itu, dan saya tidak," katanya, dikutip BBC.

Tapi dia tidak meminta maaf, dan berpendapat kecaman itu tentang "intimidasi politik" dan "pembalasan".

Sebagian besar rekan koalisi kanan-tengahnya mendukung pendapat itu. Namun satu anggota parlemen, Bridget Archer, mengatakan dia tidak menerima penjelasanMorrison tentang tindakannya dan mendukung kecaman tersebut.

"Dan saya sangat kecewa dengan kurangnya permintaan maaf yang tulus, atau yang lebih penting, pemahaman tentang dampak dari keputusan ini," katanya di parlemen.

Mantan Menteri Dalam Negeri Karen Andrews - salah satu kolega yang tanpa sadar berbagi portofolio dengan Morrison - juga abstain dalam pemungutan suara.

Mosi tidak percaya adalah cara parlemen untuk menyatakan ketidaksetujuan secara formal kepada seorang anggota parlemen. Mosi semacam itu jarang terjadi dan sebagian besar simbolis, tetapi dapat memiliki konsekuensi politik.

Sementara itu, Pemerintah Albania telah menjanjikan undang-undang baru yang mengharuskan penunjukan serupa diungkapkan kepada publik di masa mendatang.

Tapi PM Anthony Albanese mengatakan parlemen juga memiliki kewajiban untuk mengutuk tindakan pendahulunya.

“Mereka menempatkan Australia pada "lereng licin" jauh dari demokrasi ‘berharga’,” katanya pada Rabu (30/11/2022).

"Publik tidak mengetahui sesuatu yang berhak diketahuinya... yang merusak fungsi parlemen ini, yang merusak institusi demokrasi kita,” lanjutnya.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini