Share

Tragedi Jembatan Ambruk di India, Korban Tunggu Jawaban hingga Sebulan Mengapa Pejabat yang Bertanggung Jawab Tak Dihukum

Susi Susanti, Okezone · Rabu 30 November 2022 18:28 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 30 18 2718047 tragedi-jembatan-ambruk-di-india-korban-tunggu-jawaban-hingga-sebulan-mengapa-pejabat-yang-bertanggung-jawab-tak-dihukum-bN98L1Fsry.jpg Jembatan ambruk di India menewaskan 141 orang (Foto: Reuters)

INDIA – Para keluarga korban tragedi ambruknya jembatan di negara bagian Gujarat, India barat, terus dipenuhi kedukaan karena tidak mendapatkan jawaban maupun penjelasan terkait insiden itu.

"Ketika ayah saya masih hidup, dia akan menyuruh saya setiap hari untuk duduk dan belajar. Sekarang siapa yang akan memastikan saya melakukan itu?,” terag seorang keluara korban, dikutip BBC.

Vandana Makwana, 15, tidak dapat menahan air mata ketika dia berbicara tentang ayahnya Mahesh, yang meninggal saat jembatan itu ambruk pada 30 Oktober lalu yang menjatuhkan ratusan orang ke sungai.

Baca juga: Kisah Satu Keluarga yang Kehilangan 12 Anggotanya dalam Tragedi Jembatan Ambruk di India

Ayah dan dua saudara laki-laki Vandana termasuk di antara 135 orang yang tewas dalam tragedi itu. Sebagian besar korban adalah perempuan dan anak-anak.

Namun bagi keluarga korban, kemarahan dan kesedihan tetap ada.

Baca juga:  Pencarian Korban Jembatan Ambruk di India Terus Dilakukan, Tim Penyelamat Temukan 135 Jenazah dan 170 Orang Diselamatkan

Kakek Vandana, Vashram Makwana, bertanya mengapa polisi belum mengambil tindakan apapun terhadap pejabat senior.

"Bagaimana bisa jembatan dioperasikan tanpa sepengetahuan mereka?,” tanyanya.

PK Jadeja, wakil pengawas polisi Morbi, mengatakan kepada BBC Gujarati bahwa dia tidak dapat mengomentari "pejabat senior" yang diinterogasi dalam "kasus pada tahap ini".

Baca Juga: BuddyKu Festival, Generasi Muda Wajib Hadir

Follow Berita Okezone di Google News

Pemerintah negara bagian diketahui hanya menangguhkan kepala kotamadya Morbi beberapa hari setelah tragedi itu.

Sehari setelah kecelakaan itu, polisi menangkap sembilan orang, termasuk staf Oreva, pemungut tiket, dan satpam di jembatan. Mereka berada dalam tahanan yudisial setelah permohonan jaminan mereka ditolak.

Tetapi sejauh ini tidak ada pejabat senior Oreva, termasuk pemilik Jaysukhbhai Patel, yang disebutkan dalam kasus tersebut atau diinterogasi. Nyatanya, Patel - yang terekam memuji kualitas pekerjaan perbaikan pada saat jembatan dibuka kembali - belum terlihat di depan umum sejak kejadian tersebut.

Pengadilan distrik Morbi dan Pengadilan Tinggi Gujarat sedang menyidangkan kasus terpisah terkait insiden tersebut.

Menurut laporan forensik yang diajukan oleh jaksa di pengadilan setempat, kabel berkarat yang menopang jembatan tidak diganti selama perbaikan. Sementara kapasitas jembatan sekitar 100 orang sekaligus, lebih dari 3.000 tiket telah terjual pada hari kecelakaan itu.

Pengadilan Tinggi Gujarat mengkritik tajam pemerintah kota Morbi dan meminta pemerintah untuk menjelaskan secara rinci tindakan yang diambil terhadap pejabat yang seharusnya mengawasi kondisi jembatan tersebut.

Pengadilan juga meminta pemerintah untuk memberikan lebih banyak kompensasi kepada para korban, dengan mengatakan itu "sangat rendah".

Itu adalah perintah yang mungkin memberikan kenyamanan bagi Mahesh Manvadariya dan istrinya Bintu. Mereka sekarang merawat keponakan mereka, Jiyansh yang berusia lima tahun, yang kehilangan kedua orang tuanya di Morbi.

Manvadariya mengatakan dia ingin mendidik Jiyansh dengan baik tetapi tunjangan bulanan yang diberikan kepada anak-anak yatim piatu akibat tragedi itu yakni sekitar 3.000 rupee tidak memadai. Dia kini berharap pemerintah akan meningkatkan kompensasi.

Bintu menangis ketika dia berbicara tentang mencoba menjawab pertanyaan Jiyansh tentang ke mana orang tuanya pergi.

"Kami telah memberitahunya bahwa orang tuanya telah pergi menemui neneknya dan mereka telah menjadi bintang sekarang,” ujarnya.

Seperti diketyahui, jembatan yang dibangun pada abad ke-19 adalah tempat wisata populer di distrik Morbi Gujarat dan dibuka kembali hanya beberapa hari sebelum runtuh setelah diperbaiki.

Setelah tragedi tersebut, pejabat kotamadya Morbi mengatakan bahwa Oreva, perusahaan swasta yang dikontrak untuk memelihara jembatan tersebut, belum mengeluarkan sertifikat keselamatan sebelum membukanya kembali. Mereka juga mengaku tidak mengetahui bahwa jembatan tersebut dibuka untuk umum, padahal ribuan orang telah mengunjungi tempat tersebut.

Di lokasi kecelakaan, personel polisi bergantian menjaga besi tua yang tersisa setelah runtuh - potongan kabel yang putus, lembaran lantai aluminium, baut - siang dan malam. Puing-puing ini sekarang menjadi bagian dari bukti untuk penyelidikan polisi.

Tidak ada tugu peringatan di situs tersebut, tidak ada yang menandai bahwa pada Minggu malam sebulan yang lalu, kehidupan ratusan orang berubah selamanya dalam sekejap.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini