Share

Ledakan Bom Guncang Madrasah Afghanistan, 17 Orang Meninggal dan 26 Luka

Susi Susanti, Okezone · Kamis 01 Desember 2022 07:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 01 18 2718263 ledakan-bom-guncang-madrasah-afghanistan-17-orang-meninggal-dan-26-luka-pBeJVutqMU.jpg Ledakan bom guncang madrasah di Afghanistan (Foto: AFP)

KABUL - Sedikitnya 17 orang meninggal dan 26 luka-luka setelah ledakan bom menghantam sebuah sekolah madrasah di Afghanistan utara.

Ledakan itu terjadi di kota Aybak di provinsi Samangan, saat orang-orang selesai menunaikan ibadah salat.

Seorang sumber di Samangan mengatakan kepada BBC, mayoritas dari mereka yang tewas diyakini adalah anak-anak berusia sembilan hingga 15 tahun.

Tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu, dan jumlah korban tewas bisa bertambah.

Baca juga: Ledakan Bom Ganda Yerusalem Tewaskan Setidaknya 1 Orang, Israel Salahkan Militan Palestina

Seorang dokter di rumah sakit setempat mengatakan sebagian besar korban adalah pelajar di sekolah tersebut.

 Baca juga: Ledakan Bom Ganda Guncang Yerusalem, Lukai Setidaknya 15 Orang

"Semuanya adalah anak-anak dan orang biasa," kata seorang dokter seperti dikutip AFP.

Dia menambahkan bahwa beberapa pasien dengan luka kritis dipindahkan ke rumah sakit yang lebih besar di Mazar-i-Sharif, sekitar 120 kilometer (74 mil) jauhnya untuk perawatan yang lebih baik.

Juru bicara kementerian dalam negeri Abdul Nafee Takkur mengatakan pasukan keamanan Taliban sedang menyelidiki serangan itu, dan berjanji untuk "mengidentifikasi para pelaku dan menghukum mereka atas tindakan mereka".

Baca Juga: BuddyKu Festival, Generasi Muda Wajib Hadir

Follow Berita Okezone di Google News

Mantan Presiden Republik Islam Afghanistan, Hamid Karzai, mengatakan ledakan itu adalah "kejahatan terhadap kemanusiaan" dalam sebuah tweet, dan menyatakan simpatinya kepada keluarga para korban.

Aybak adalah kota bersejarah yang terkenal sebagai pusat perdagangan dan pusat umat Buddha pada abad ke-4 dan ke-5. Kota itu terletak sekitar 200 km (130 mil) utara ibu kota Kabul.

Seperti diketahui, Afghanistan telah diguncang oleh puluhan ledakan sejak Taliban merebut kekuasaan tahun lalu, sebagian besar diklaim oleh cabang lokal dari kelompok Negara Islam, yang dikenal sebagai Negara Islam - Provinsi Khorasan (ISIS-K).

Kelompok itu adalah kelompok militan paling ekstrem di Afghanistan dan menargetkan agama minoritas - seperti Hazara - yang dijanjikan akan dilindungi oleh Taliban. Namun, Human Rights Watch baru-baru ini mengamati bahwa otoritas Taliban tidak berbuat banyak untuk melindungi komunitas ini dari bom bunuh diri dan serangan melanggar hukum lainnya.

Pada September lalu, setidaknya 54 orang - termasuk 51 gadis dan wanita muda - tewas setelah seorang pembom bunuh diri meledakkan bom di ibu kota Kabul. Penyerang telah menargetkan aula tempat ratusan siswa sedang mengikuti ujian masuk universitas.

Para pemimpin Taliban kemudian menyalahkan ISIS-K atas serangan itu, meskipun kelompok itu mengaku tidak bertanggung jawab.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini