Share

Menyamar Jadi Pelawak, Eks Tentara Israel Kabur dari Qatar Setelah Masa Lalunya Terbongkar

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 01 Desember 2022 16:23 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 01 18 2718701 menyamar-jadi-pelawak-eks-tentara-israel-kabur-dari-qatar-setelah-masa-lalunya-terbongkar-CjIDykKOTp.jpg Guy Hochman. (Foto: YouTube)

DOHA – Seorang mantan tentara Israel melarikan diri dari Qatar setelah sebuah video yang diposting di Twitter mengungkapkan masa lalunya, dimana dia terlbat dalam unit tentara yang membantai ribuan warga Palestina.

Diwartakan Middle East Monitor, Guy Hochman memasuki Qatar dengan menyamar sebagai komedian dengan tujuan membuat video lucu. Dalam sebuah video yang diposting di Facebook, Hochman mengklaim bahwa dia pergi ke Qatar untuk “berdamai”.

Namun, jurnalis Palestina-Amerika, Samar Dahmash-Jarrah, memposting video di Twitternya yang mengungkapkan masa lalu Hochman sebagai tentara Israel.

Dahmash-Jarrah, mantan kontributor CNN, memiliki 171.000 pengikut di Twitter. Video itu memperlihatkan pesan dalam bahasa Arab: "Ekspos mereka. Penjahat." Video itu dilihat secara luas dilihat dan dibagikan.

Wartawan tersebut mengatakan dalam video tersebut bahwa Hochman memperkenalkan dirinya sebagai "pembawa damai padahal sebenarnya dia adalah tentara pembunuh".

Dia menyatakan bahwa Hochman adalah Komandan batalion 932 Brigade Nahal, dan bertugas di unit yang membunuh ribuan warga Palestina selama Intifada pertama dan kedua.

Selain itu, dia mengatakan bahwa unitnya juga membunuh seluruh keluarga selama perang Israel di Gaza. "Inilah wajah asli Israel dalam turnamen," katanya.

Baca Juga: Aksi Nyata 50 Tahun Hidupkan Inspirasi, Indomie Fasilitasi Perbaikan Sekolah untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

Menurut media Israel, Hochman seharusnya tetap di Qatar hingga akhir Piala Dunia 2022, tetapi dia segera memesan tiket dan kembali ke Israel.

Banyak jurnalis Israel dengan antusias pergi ke Qatar untuk melaporkan perasaan orang-orang Arab yang pro-Israel selama turnamen, tetapi mereka terkejut karena tidak ada yang mau berbicara dengan mereka. Banyak yang menyerukan agar mereka segera meninggalkan Qatar.

Wartawan Israel melaporkan bahwa tinggal mereka di Qatar tidak aman. Sampai-sampai mereka menyembunyikan identitas Israel mereka.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini