Share

Bir yang Terawetkan Selama 120 Tahun Ternyata dapat Dikembangkan untuk Ciptakan Cita Rasa Baru

Tim Okezone, Okezone · Rabu 07 Desember 2022 06:08 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 06 18 2721735 bir-yang-terawetkan-selama-120-tahun-ternyata-dapat-dikembangkan-untuk-ciptakan-cita-rasa-baru-HGe3a19wD9.JPG Ilustrasi/ Foto: BBC

JAKARTA - Strain ragi yang sudah lama terlupakan tengah dicari dari sebuah bangkai kapal, bangunan pabrik-pbarik yang ditinggalkan, dan lokasi lain dengan harapan dapat dimanfaatkan dengan baik apabila berhasil diekstraksi.

Dilansir dari BBC, Selasa (6/12/2022), ketika sang penyelam dengan hati-hati masuk melalui lubang palka ke dalam kapal karam itu, dia bisa melihat harta karun yang menunggunya. Harta karun itu berada di bawah sana lebih dari 100 tahun.

 BACA JUGA:Ketika Benny Moerdani Tolak Permintaan Bung Karno untuk Jadi Prajurit Cakrabirawa

Namun saat ini sebagian darinya akan dibebaskan dari tempat peristirahatannya.

Sang penjelajah itu, Steve Hickman, teknisi selam dan penyelam amatir, membawa tas jaring berukuran kecil. Harta karun yang dia cari adalah minuman bir.

Diawetkan dalam palka kapal, botol-botol bir itu ditumpuk berbaris-baris, dan sebagian terkubur dalam lumpur.

Begitu dia mengambil botol pertama, sedimen yang mengendap lama kemudian menggelembung membentuk seperti awan.

 BACA JUGA:Sering Konsumsi Alkohol, Bikin Pria Mandul? Ini Penjelasannya!

Dengan jarak pandang yang berkurang jauh, Hickman seperti buta. Tapi dia mengetahui secara seksama bangkai kapal ini lantaran telah mengunjunginya berkali-kali sebelumnya.

Dia kemudian merasakan lebih banyak botol dalam kegelapan. Setelah mengumpulkan dan mengantongi beberapa botol, dia dan timnya meninggalkan lokasi itu dengan membawanya secara hati-hati ke permukaan.

Bangkai kapal itu bernama Wallachia, kapal kargo yang tenggelam pada 1895 di lepas pantai Skotlandia, setelah bertabrakan dengan kapal lain di tengah kabut tebal.

Wallachia baru saja meninggalkan Glasgow dan membawa berbagai kargo, termasuk kontainer besar berisi bahan kimia yang disebut timah klorida.

Tetapi kapal itu juga memiliki ribuan botol minuman beralkohol di dalamnya. Banyak botol-botol bir itu terawetkan dalam air dingin di mana kapal itu terbaring selama lebih dari abad di dasar laut berlumpur.

Baca Juga: Aksi Nyata 50 Tahun Hidupkan Inspirasi, Indomie Fasilitasi Perbaikan Sekolah untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

Sejak dia mulai menyelam ke Wallachia pada 1980-an, Hickman telah menemukan lusinan botol berisi wiski, gin, dan bir.

Ragi di dalam cairan botol bir berusia 120 tahun

Namun kunjungannya baru-baru ini, upaya tim dengan sejumlah penyelam pendamping, merupakan sesuatu yang tidak biasa.

Botol-botol yang mereka ambil diserahkan kepada para ilmuwan di sebuah perusahaan riset bernama Brewlab, yang bersama-sama tim peneliti Universitas Sunderland, mampu mengekstrak ragi hidup dari cairan di dalam tiga botol.

Mereka kemudian menggunakan ragi tersebut demi upaya membuat ulang bir asli.

Pada 2018, proyek serupa di Tasmania menggunakan ragi dari botol bir berusia 220 tahun yang ditemukan di kapal karam guna memperkirakan minuman dari tahun 1700-an.

Tetapi studi tentang ragi Wallachia mengungkapkan kejutan

Bir-bir itu mengandung jenis ragi yang tidak biasa dan tim di balik pekerjaan itu sekarang mengevaluasi apakah galur yang telah lama hilang ini dapat diterapkan dalam pembuatan bir modern atau bahkan dapat meningkatkan mutu bir hari ini.

Ini hanyalah salah satu contoh dari bidang penelitian yang berkembang di antara pembuat bir dan fermentor cairan lainnya yang mencari strain ragi yang terlupakan dengan harapan mereka dapat dimanfaatkan dengan baik.

Itu berarti mereka mencari dalam botol-botol tua yang ditemukan di bangkai kapal, menjelajahi pot-pot kuno, dan mengumpulkan sampel dari tempat penyulingan yang hancur di mana strain ragi mungkin masih ada.

Pencarian semacam ini disebut bioprospecting dan kebangkitan ragi bersejarah dapat memiliki banyak aplikasi, mulai dari membersihkan polusi hingga membantu produksi aroma untuk industri parfum.

Beberapa dari produk sampingan tersebut memberikan rasa sehingga setiap strain ragi individu, yang memetabolisme dengan caranya sendiri, akan menghasilkan profil rasa yang berbeda dalam produk fermentasi.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini