Share

Sebabkan Kerugian Negara hingga Rp16 Triliun, Wapres Argentina Dinyatakan Bersalah Lakukan Korupsi

Susi Susanti, Okezone · Rabu 07 Desember 2022 05:45 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 07 18 2722049 sebabkan-kerugian-negara-hingga-rp16-triliun-wapres-argentina-dinyatakan-bersalah-lakukan-korupsi-xrAq0rflPc.jpg Wapres Argentina dinyatakan bersalah melakukan korupsi (Foto: Reuters)

ARGENTINA - Pengadilan di Argentina telah menghukum Wakil Presiden (Wapres) Cristina Fernandez de Kirchner enam tahun penjara karena korupsi dalam kasus yang mengguncang negara tersebut.

Fernández, 69, dinyatakan bersalah atas penipuan yang parah dan memimpin konspirasi untuk memberikan kontrak pekerjaan umum kepada seorang teman.

Dikutip BBC, jaksa menuntut hukuman penjara 12 tahun dan ingin dia dilarang memegang jabatan publik seumur hidup.

Jaksa mengatakan Fernández telah memimpin kemitraan yang melanggar hukum selama dia menjadi Presiden Argentina dari 2007 hingga 2015.

Baca juga:  Polisi Tangkap Pelaku Penembakan Wapres Argentina, Sita 100 Peluru di Rumahnya

Mereka mengatakan dia telah membuat skema suap yang mengarahkan kontrak pekerjaan publik yang menguntungkan kepada temannya dengan imbalan suap.

Baca juga: Wapres Argentina Nyaris Jadi Korban Pembunuhan, Ribuan Pendukung Unjuk Rasa Kekerasan Politik

Pengusaha yang dituduh sebagai penerima manfaat utama dari skema tersebut adalah Lázaro Báez, pemilik sebuah perusahaan konstruksi, yang dijatuhi hukuman 12 tahun penjara tahun lalu karena pencucian uang.

Fernández dan Lázaro Báez termasuk di antara total 13 orang yang diadili yang dituduh jaksa menjalankan "sistem korupsi institusional".

Baca Juga: BuddyKu Festival, Generasi Muda Wajib Hadir

Follow Berita Okezone di Google News

Jaksa mengatakan bahwa mereka menemukan kejanggalan dalam puluhan tender pekerjaan umum yang diberikan di provinsi selatan Santa Cruz, kubu politik Fernández. Banyak proyek konstruksi tidak pernah selesai.

Jaksa Diego Luciani menggambarkannya sebagai "operasi korupsi yang mungkin terbesar yang pernah diketahui negara".

Dia juga mengatakan dugaan skema suap telah menyebabkan negara Argentina mengalami kerugian setidaknya USD1 miliar (Rp16 triliun).

Sementara itu, Fernández dengan keras membantah semua tuduhan terhadapnya.

Fernández mengatakan dakwaan terhadapnya bermotif politik dan dalam penampilan terakhirnya di hadapan pengadilan pekan lalu, dia membandingkannya dengan "regu tembak". Dia juga menuduh jaksa berbohong dan memfitnahnya.

Kasus tersebut terbukti telah memecah belah masyarakat di Argentina. Para pendukung Fernández turun ke jalan di luar apartemennya di Buenos Aires untuk menunjukkan dukungan mereka kepada wakil presiden. Kadang-kadang, mereka berhadapan dengan kritik terhadap Fernández, yang menuduhnya sebagai "pencuri".

Dalam salah satu pertemuan pada 1 September lalu, Fernández menjadi sasaran upaya pembunuhan.

Seorang pria berusia 35 tahun menodongkan pistol ke kepala wakil presiden, tetapi senjata itu macet saat dia mengarahkannya ke arahnya.

Pria itu telah didakwa dengan percobaan pembunuhan. Pendukungnya berkumpul lagi menjelang putusan untuk menunjukkan kepercayaan mereka yang berkelanjutan pada wakil presiden.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini