Share

Fenomena Awan Langka Memukau Para Penikmat Langit, Terlihat Seperti Ombak Laut di Cakrawala

Susi Susanti, Okezone · Jum'at 09 Desember 2022 11:50 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 09 18 2723765 fenomena-awan-langka-memukau-para-penikmat-langit-terlihat-seperti-ombak-laut-di-cakrawala-Me3QP21cTp.jpg Fenomena awan langka di langit (Foto: Facebook)

WYOMING – Pengamat dan penikmat langit mengaku terpana di negara bagian Wyoming, Amerika Serikat (AS) usai mengambil foto formasi awan langka yang menabrak cakrawala seperti ombak laut.

"Ini istimewa dan saya langsung tahu saya perlu mengabadikannya," kata warga setempat, Rachel Gordon, dikutip BBC.

Fenomena awan bergelombang itu terlihat pada Selasa (6/12/2022) di atas puncak Pegunungan Bighorn dari Kota Sheridan.

Baca juga: Viral Fenomena Awan Terbelah di Pacitan, BMKG Beri Penjelasan

Dikenal sebagai ketidakstabilan Kelvin-Helmholtz, awan-awan ini terbentuk ketika aliran udara yang lebih cepat bergerak di atas udara yang naik di bawah.

Baca juga: Heboh Awan Bentuk Caping di Gunung Merbabu, Fenomena Apa Ini?

Gordon mengatakan kepada BBC News jika dia mengambil foto awan itu dari pintu belakang orang tuanya sebelum memposting-nya ke halaman Facebook Wyoming melalui The Lens.

"Itu adalah momen yang menakjubkan,” terangnya.

"Aku senang orang lain bisa menikmati pengalaman itu sekarang juga,” lanjutnya.

Matt Taylor dari BBC Weather mengatakan foto-foto awan itu adalah salah satu contoh awan Kelvin-Helmholtz paling menakjubkan dan epik yang pernah dilihatnya.

Baca Juga: Aksi Nyata 50 Tahun Hidupkan Inspirasi, Indomie Fasilitasi Perbaikan Sekolah untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

"Bagian dari keindahan awan Kelvin-Helmholtz adalah bahwa mereka benar-benar memperlihatkan fluiditas atmosfer," katanya.

"Bagaimana, seperti ombak di lautan, atmosfer bergerak dan merespons lingkungan di sekitarnya. Udara secara efektif naik dan turun dengan sendirinya,” ujarnya.

Formasi awan ini dinamai oleh ilmuwan Lord Kelvin dan Hermann von Helmholtz, yang mempelajari fisika di balik fenomena tersebut.

Cloud Appreciation Society yang berbasis di Inggris menggambarkan formasi seperti itu sebagai permata mahkota dalam banyak koleksi pengadu awan.

Juga dikenal sebagai awan fluctus, awan ini dipandang sebagai inspirasi yang mungkin untuk lukisan Van Gogh ‘Starry Night’.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini