Share

Dituding Kobarkan Perang Melawan Tuhan, Iran Eksekusi Mati Pengunjuk Rasa Protes untuk Pertama Kalinya

Susi Susanti, Okezone · Jum'at 09 Desember 2022 15:20 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 09 18 2723941 dituding-kobarkan-perang-melawan-tuhan-iran-eksekusi-mati-pengunjuk-rasa-protes-untuk-pertama-kalinya-np1jE8u6IG.jpg Iran eksekusi mati pengunjuk rasa protes untuk pertama kalinya (Foto: AFP)

PARIS - Iran melakukan eksekusi mati pertama yang dilakukan pada Kamis (8/12/2022) terhadap pengunjuk rasa yang melakukan protes yang telah mengguncang rezim sejak September lalu.

Mohsen Shekari, 23, telah dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman mati karena memblokir jalan dan melukai seorang paramiliter selama fase awal protes.

"Mohsen Shekari, seorang perusuh yang memblokir Jalan Sattar Khan di Teheran pada 25 September dan melukai salah satu penjaga keamanan dengan parang, dieksekusi pagi ini," kata situs pengadilan Mizan Online, dikutip AFP.

Mizan melaporkan pengadilan menghukum Shekari atas "moharebeh" - atau mengobarkan "perang melawan Tuhan" di bawah hukum syariah Islam Iran - pada 1 November.

Mizan juga mengatakan jika dia mengajukan banding tetapi Mahkamah Agung Iran menguatkan putusan pada 20 November.

Baca juga: Bela Protes Iran, Mantan Presiden Iran Desak Penguasa Memperhatikan Tuntutan Pengunjuk Rasa

Sebelumnya, pengadilan pada Selasa (6/12/2022) menjatuhkan hukuman mati kepada lima orang lagi dengan cara digantung karena membunuh seorang anggota Basij, sehingga jumlah orang yang dijatuhi hukuman mati sehubungan dengan protes menjadi 11 orang.

Baca juga: Media Pemerintah Iran Bantah Polisi Moralitas Iran Dibubarkan

Pengadilan revolusioner di Teheran mendengar bahwa Shekari telah ditangkap setelah memukul bahu anggota pasukan paramiliter Basij dengan pisau. Mizan Online mengatakan cedera itu membutuhkan 13 jahitan. Basij adalah pasukan sukarelawan yang disetujui negara yang terkait dengan Korps Pengawal Revolusi Islam Iran yang kuat.

Baca Juga: Aksi Nyata 50 Tahun Hidupkan Inspirasi, Indomie Fasilitasi Perbaikan Sekolah untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

Sementara itu, kelompok hak asasi manusia (HAM) memperingatkan setidaknya selusin orang lainnya saat ini berisiko dieksekusi setelah dijatuhi hukuman gantung sehubungan dengan protes tersebut.

Kelompok HAM juga mengecam proses persidangan Shekari sebagai sidang pertunjukan, bukan sidang keadilan.

Seperti diketahui, demonstrasi telah melanda Iran selama hampir tiga bulan sejak wanita Kurdi Iran Mahsa Amini, 22, meninggal dalam tahanan setelah penangkapannya oleh polisi moralitas di Teheran karena dugaan pelanggaran aturan berpakaian hijab yang ketat di negara itu untuk wanita.

Gerakan protes yang sebagian besar damai ditandai dengan tindakan termasuk melepas dan membakar jilbab di jalan-jalan, meneriakkan slogan-slogan anti-pemerintah dan menghadapi pasukan keamanan.

Kelompok hak asasi manusia mengatakan para pendukung protes pun melakukan tiga hari pemogokan nasional yang menutup toko-toko di beberapa kota besar termasuk Teheran.

Protes, yang digambarkan oleh pihak berwenang sebagai "kerusuhan", menjadi tantangan terbesar bagi republik Islam itu sejak didirikan setelah penggulingan Shah pada 1979.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini