Share

4 Sungai di Kota Tebingtinggi Meluap, 743 Rumah Kebanjiran

Wahyudi Aulia Siregar, Okezone · Kamis 15 Desember 2022 17:27 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 15 608 2727883 4-sungai-di-kota-tebingtinggi-meluap-743-rumah-kebanjiran-CnX99YYVC1.jpg Banjir terjang ratusan rumah warga Kota Tebingtinggi. (Foto: Istimewa)

TEBINGTINGGI - Sebanyak 4 sungai yang melintasi Kota Tebingtinggi, Sumatera Utara, meluap sejak Rabu, 14 Desember 2022. Akibatnya, sebanyak 743 unit rumah di 5 kecamatan terendam banjir.

Keempat sungai yang meluap adalah Sungai Padang, Sungai Bahilang, Sungai Sibarau dan Sungai Bengawan. Luapan sungai membanjiri hampir seluruh wilayah kecamatan se-Kota Tebingtinggi dengan lokasi banjir terparah berada di Kelurahan Sri Padang dan Kelurahan Badak Bejuang. Selain merendam permukiman, banjir juga merendam pasar dan pusat pertokoan. Akibatnya aktivitas warga terhambat.

“Ada sebanyak 743 rumah dengan jumlah 2.947 jiwa dan 994 KK yang terimbas akan banjir ini dengan rata-rata tinggi air 30-50 cm, ada juga yang 60-80 cm dan ada yang 1 meter,” kata Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan dan Logistik pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut, Zulham Efendi Siregar, Kamis (15/12/2022).

Dijelaskan Zulham, BPBD Sumut saat ini terus berkoordinasi dengan TNI/Polri, lurah, kepala lingkungan, OPD dan instansi terkait. Mereka melakukan pendataan warga terdampak banjir, mendirikan tenda posko banjir di lokasi banjir dan menyiapkan perahu karet untuk antisipasi evakuasi warga.

 Baca juga: 68 Titik di Bandung Rawan Banjir, Jangan Buang Sampah Sembarangan!

"Korban jiwa tidak ada dan kerusakan akan dampak banjir juga nihil,” urainya.

Zulham mengimbau warga terdampak agar tetap waspada, serta tetap berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait di lokasi atas situasi yang berkembang saat ini.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

"Kita akan memberikan informasi berkala kepada masyarakat dan kita minta masyarakat tetap tenang namun selalu waspada," pungkasnya.

Sementara itu, Penjabat Walikota Tebing Tinggi, Muhammad Dimiyathi, sudah turun langsung ke lokasi banjir untuk memastikan penanganan para korban. Banjir kali ini, kata Dimiyathi, merupakan banjir kiriman dari hulu sungai yang berada di Kabupaten Simalungun akibat curah hujan tinggi selama sepekan terakhir.

"Banjir diperparah dengan pendangkalan sungai dan tidak berfungsinya sejumlah pintu air. Ini yang harus segera ditangani," tukasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini