Share

Libur Nataru, Puskesmas dan RS di Sleman Siaga 24 Jam

Erfan Erlin, iNews · Selasa 20 Desember 2022 02:32 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 20 510 2730403 libur-nataru-puskesmas-dan-rs-di-sleman-siaga-24-jam-qA06dOD2tO.jpg Puskesmas dan rumah sakit di Sleman disiagakan 24 jam selama libur Nataru. (Ilustrasi/Dok Okezone)

SLEMAN - Puskesmas di wilayah Kabupaten Sleman bakal beroperasi selama 24 jam saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023. Seluruh rumah sakit pun diminta meningkatkan sumber daya manusia (SDM) selama musim libur Nataru nanti.

Kepala Bidang Pelayanan Medis, Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman, drg Atikah Nurhesti mengatakan Dinkes telah menyiagakan puskesmas dan rumah sakit di musim libur Nataru nanti. Mereka juga meminta semua Puskesmas dan Rumah Sakit untuk menyiagakan ambulans berikut sopir.

 

"Berkaca pada pengalaman buruk pelayanan Puskesmas Berbah belum lama ini, masyarakat tetap perlu memahami, bahwa ambulans pada prinsipnya adalah Puskesmas Keliling," kata dia, Senin (19/12/2022).

Menurutnya mobil Puskesmas Keliling yang fungsinya sebagai pendekatan akses layanan dan merujuk pasien kegawatdaruratan. Dia menekankan pada Puskesmas agar memberikan fungsi layanan ambulans kepada masyarakat, sesuai standar operasional prosedur.

Dia menambahkan Puskesmas akan memberikan layanan 24 jam. Di antaranya diperuntukkan bagi layanan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergency Komprehensif (PONEK) kedaruratan. Meliputi bersalin, nifas, bayi baru lahir dengan komplikasi.

"Rumah Sakit sudah kami minta untuk menambah SDM pelayanan pada 23 Desember 2022-1 Januari 2023," terangnya.

Baca Juga: BuddyKu Festival, Generasi Muda Wajib Hadir

Follow Berita Okezone di Google News

Karena Covid-19 masih berlangsung, masih ada upaya untuk mencegah penyebarannya. Pihaknya akan tetap terus membuka layanan vaksinasi Covid-19 di sentra-sentra vaksinasi yang ada.

Bila ada kasus Covid-19, isoter Gemawang masih membuka layanan sampai 30 Desember 2022, namun pelayanan mulai dibatasi pada 20 Desember 2022. Namun mereka diminta diarahkan ke isolasi mandiri.

Demikian juga mencegah penularan Covid-19 dari pendatang. Pihaknya terus mendorong agar lansia mengikuti vaksinasi booster, hingga dosis ke-4. Baik di Puskesmas maupun RS Akademik Universitas Gadjah Mada.

"Cakupan vaksinasi lansia booster ke-4 baru mencapai 1,7 persen. Jadi memang masih rendah," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini