Share

Kronologi Klitih di Kulonprogo, Korban Dianiaya Pakai Cutter dan Gesper

Erfan Erlin, iNews · Rabu 21 Desember 2022 17:32 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 21 510 2731669 kronologi-klitih-di-kulonprogo-korban-dianiaya-pakai-cutter-dan-gesper-5xLVCgo67E.jpg Pelaku klitih di Yogyakarta (Foto: Erfan Erlin)

KULONPROGO - Tiga pelaku kejahatan jalanan yang terjadi pada Senin 19 Desember 2022 di Jalan Kaligesing tepatnya di tanjakan Bibis Girimulyo Kulonprogo akhirnya berhasil diringkus jajaran Sat Reskrim Polres Kulonprogo. Ketiganya kini menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Kulonrogo.

Kapolres Kulonrogo, AKBP M Fajarini menuturkan, ketiga pelaku yang berhasil mereka amankan adalah PN (46), TTA (19) dan ADA (18). PN dan TTA adalah warga Kapanewon Mlati Kabupaten Sleman, sementara ADA adalah warga Kapanewon Girimulyo Kulonprogo.

"Korban adalah JDH (14) dan KA (20) warga Girimulyo," kata Fajarini, Rabu (21/12/2022).

BACA JUGA:Sempat Kabur, Pelaku Klitih Berhasil Diringkus 

Fajirini menjelaskan aksi pengeroyokan tersebut bermula ketika dua orang korban dalam perjalanan pulang dari Kapanewon Nanggulan Kulonprogo. Mereka sebelumnya menghadiri acara acara makan-makan yang digelar rekan korban.

Kedua korban kemudian hendak pulang ke Girimulyo dengan melintas di Jalan Kiskendo-Girimulyo. Sampai lokasi kejadian yaitu di tanjakan Bibis, korban yang berboncengan sepeda motor mendahului 2 sepeda motor yang digunakan para pelaku.

"Jadi, tiga pelaku menggunakan dua sepeda motor. PN dan TTA berboncengan sementara ADA dengan motor sendiri," katanya.

Setelah mendahului para pelaku, ternyata korban langsung dikejar oleh para pelaku. Nampaknya ketiga pelaku tidak terima sepeda motor mereka didahului oleh kedua korban yang masih berusia remaja

 BACA JUGA:Terdakwa Klitih Berdarah di Yogyakarta Divonis 10 Tahun Penjara

Baca Juga: BuddyKu Festival, Generasi Muda Wajib Hadir

Follow Berita Okezone di Google News

ADA, pelaku yang mengendarai sepeda motor sendirian berhasil menyusul kedua korban. Kedua korban lantas dihentikan oleh para pelaku. Seketika itu juga, para pelaku langsung melakukan aksi penganiayaan.

"PN menggunakan Cutter, TTA menggunakan gesper dan ADA menganiaya dengan tangan kosong," ujar dia.

Usai dianiaya, korban masih sempat lari dengan sepeda motor mereka. Kedua korban kemudian singgah di tempat rekannya di dekat lokasi. Mereka kemudian menceritakan peristiwa tersebut ke rekannya.

Mendengar cerita tersebut, rekan korban kemudian memanggil warga dan berusaha melakukan pengejaran. Hingga akhirnya warga berhasil meringkus PN yang menggunakan sepeda motor. Sementara pemboncengnya, TTA sempat kabur dengan lari ke hutan.

"Warga berhasil menangkap TTA. Sementara ADA berhasil melarikan diri," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini