Share

BIN Konsolidasikan Pengamanan Misa Natal di Yogyakarta

Rafika Putri, Okezone · Sabtu 24 Desember 2022 13:42 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 24 510 2733473 bin-konsolidasikan-pengamanan-misa-natal-di-yogyakarta-y7HdVX1mRg.jpg Kabinda Yogyakarta Andry Wibowo

YOGYAKARTA – Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengkonsolidasikan pengamanan Misa Natal Umat Katolik di Kota Keraton tersebut.

Kepala BIN Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Brigjen Andry Wibowo mengatakan, pihaknya bersama komunitas dan unsur daerah setempat terus melakukan upaya intelijen untuk memastikan perayaan Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 berlangsung aman dan lancar.

(Baca juga: BIN Tegaskan Netral dalam Pemilu 2024)

"Kita terus berkoordinasi dengan seluruh unsur yang ada untuk memastikan kegiatan Natal dan Tahun Baru di DIY berlangsung aman , damai dan harmoni," kata Andry Wibowo, Sabtu (24/12/2022).

Andry mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keharmonisan yang telah terjalin baik di Kota Gudeg tersebut. Dia juga memantau langsung keamanan di sejumlah gereja, yaitu Gereja Pringgo layan dan Gereja Santo Antonius Padua.

Pihaknya juga terus koordinasi dengan elemen masyarakat guna mendukung upaya pemerintah daerah dan Polri dalam melaksanakan pengamanan perayaan Natal 2022 dan Tahun Baru 2023.

Kata Andry, Gereja Santo Antonius Padua merupakan salah satu tempat ibadat umat Katolik yang selalu ramai dihadiri jemaat saat misa natal. 

"Gereja ini menjadi salah satu pilihan umat karena lokasinya yang berada di jantung Kota Yogyakarta," ujar mantan Kapolres Jakarta Timur tersebut.

Secara umum Andry mengatakan, kegiatan misa gereja sudah jauh lebih longgar setelah keberhasilan pemerintah dan masyarakat mengatasi Covid-19.

Kendati demikian, pihaknya bersama panitia gereja tetap melakukan kesiapan protokol kesehatan guna mendukung kelancaran kegiatan. "Termasuk soal sistem pengamanannya telah kita persiapkan," ujarnya.

Follow Berita Okezone di Google News

Dia memastikan seluruh gereja di Yogyakarta akan dihadiri jemaat hingga melebihi kapasitas bangku terpasang. "Soal pengaturan situasi tentu akan disikapi berbeda-beda oleh masing-masing gereja sesuai kebijakan masing-masing," ucapnya.

"Namun demikian tetap harus ditekankan aspek ketertiban, keamanan dan kesehatan serta khidmatnya misa natal," sambungnya.

Beberapa gereja di Yogjakarta, dijelaskan Andry sudah terbuka untuk umat di luar wilayah parokinya. "Mayoritas juga sudah memberlakukan 100 persen kapasitas gereja," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini