Share

Dishub DIY Arahkan Pengendara ke Jalur Alternatif untuk Urai Kemacetan, Berikut Lokasinya

Erfan Erlin, iNews · Minggu 25 Desember 2022 18:10 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 25 510 2733952 dishub-diy-arahkan-pengendara-ke-jalur-alternatif-untuk-urai-kemacetan-berikut-lokasinya-enDn1WHVUw.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

YOGYAKARTA - 5 juta wisatawan dengan 1,5 juta kendaraan diperkirakan bakal melewatkan libur Natal dan Tahun Baru di DIY. Sejumlah jalur alternatif pun telah disiapkan sebagai skenario mengurai kepadatan arus kendaraan selama libur Nataru ini.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti menuturkan Gubernur DIY telah menginstruksikan agar tidak semua kendaraan yang masuk ke DIY diarahkan ke Kota Yogyakarta. Sehingga bisa dialihkan melalui jalur alternatif ke destinasi yang berada di DIY selain Kota Yogyakarta.

"Jalur alternatif ini kami siapkan guna mencegah penumpukan kendaraan di lalu lintas jantung kota. Ini adalah bagian kebijakan untuk bicara tidak ruwet di dalam kota," terang dia.

Dwipanti mengatakan Gubernur menginginkan agar lalu lintas dari timur dan barat tidak semua harus masuk kota. Di mana kendaraan yang masuk bisa dilewatkan ke arah selatan atau utara, tidak harus melalui jalur utama.

Baca juga: Cuaca Ekstrem dan Potensi Gempa Bayangi Nataru, Pengelola Tempat Wisata Diimbau Mitigasi Bencana

Nataru kali ini, lanjut dia, jumlah kendaraan diperkirakan akan mengalami lonjakan karena bebarengan dengan musim liburan sekolah. Di samping memang ada pelonggaran aturan setelah pengetatan karena pandemi Covid19.

"Ada 4 jalur utama di DIY yang sering kali dipakai oleh wisatawan," kata dia.

Baca juga: Libur Nataru, Monas Diserbu Pengunjung

Jalur utama itu diantaranya adalah Prambanan-Yogyakarta, Tempel-Sleman, Wonosari-Yogyakarta dan Wates-Yogyakarta. Oleh karenanya di jalur ini biasanya sudah terjadi kepadatan arus kendaraan meskipun bukan liburan

Baca Juga: BuddyKu Festival, Generasi Muda Wajib Hadir

Follow Berita Okezone di Google News

Alternatif ke Sleman yaitu ruas Prambanan-Piyungan untuk menuju Bantul meliputi ruas Sampakan-Singosaren-Barongan-Palbapang atau ke Gunungkidul

ruas Tempel-Pakem-Cangkringan-Kalasan: ruas Klangon-Godean-Tempel, ruas Mlati-Balangan-Dekso, ruas Denggung-Korokulon Jogonalan. Dan ruas Klangon-Sedayu-Minggir-Tempel..ruas Brosot-Srandakan-Bantul, ruas Sedayu-Pandak: ruas Imogiri-Mangunan-Dlingo dan ruas Imogiri- Siluk-Panggang.

Untuk menuju Gunungkidul, jalur alternatifnya ruas Dlingo-Dodogan-Playen: Karangmojo-Semin-Blimbing: ruas Sambipitu-Nglipar-Semin-Bulu-Candirejo, dan ruas JJLS Panggang-Rongkop.

Terakhir pengendara yang hendak menuju Kulon Progo bisa melewati jalur alternatif antara lain ruas Tegalsari-Siluwok, ruas Sentolo Dekso-Klangon, ruas Temon-Toyan-Brosot: dan ruas JJLS-Jalan Nasional-Congot-Brosot Jembatan Timbang Kulwaru.

Lebih jauh, Made meminta pengendara mencermati daerah rawan kemacetan lalu lintas. Seperti ruas Yogyakarta-Wates, ruas Jalan Ahmad Yani, ruas Jalan Padjajaran, ruas Yogyakarta Prambanan, simpang ruas Yogyakarta-Tempel, simpang ruas Siliwangi.dan ruas Yogyakarta-Wonosari.

Dia mengatakan pengendara juga harus mewaspadai ancaman bencana tanah longsor. Seperti di ruas Jalan Jogja-Wonosari yang beberapa waktu lalu terjadi longsor meskipun saat ini sudah selesai diperbaiki.

"Jalur yang rawan longsor itu di pegunungan seribu Gunungkidul dan juga bukit Menoreh Kulonprogo,"kata dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini