Share

Rumah Jaksa KPK Dibobol Maling, Polisi Dalami CCTV

Erfan Erlin, iNews · Senin 26 Desember 2022 20:18 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 26 510 2734671 rumah-jaksa-kpk-dibobol-maling-polisi-dalami-cctv-WfqwBrjNUF.jpg Ilustrasi/Foto: Freepik

YOGYAKARTA - Polisi terus mendalami kasus pencurian yang menimpa rumah jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) FAN di Wirobrajan Kota Yogyakarta, Sabtu (24/12/2022) siang. Selain melakukan olah TKP, polisi juga memeriksa sejumlah saksi termasuk mencari rekaman CCTV.

Kasi Humas Polresta Yogyakarta AKP Timbul Sasana Raharja menuturkan, aksi pencurian tersebut termasuk pencurian dengan pemberatan. Di mana pencuri diduga masuk ke dalam rumah dengan cara merusak pintu.

 BACA JUGA:Sabu yang Hendak Diselundupkan ke Lapas Banyuwangi Ternyata untuk Malam Tahun Baru

"Ada perusakan pintu. Dicongkel dari luar," kata dia, Senin (26/12/2022).

Dia mengatakan polisi kini juga berusaha memeriksa rekaman CCTV yang ada di seputaran lokasi kejadian. Berapa rekaman CCTV yang mereka periksa, Timbul mengaku belum mengetahui secara pasti.

Untuk barang yang hilang, Timbul menyebut sementara memang baru tas berwarna hitam. Di mana di dalam tas tersebut ada laptop dan juga berkas. Untuk barang yang lain, Timbul mengaku belum mengetahuinya.

 BACA JUGA:Libur Natal 2022, Volume Kendaraan di Tol Padalarang Turun Dibandingkan Tahun Lalu

"Sementara memang baru tas berisi laptop dan berkas," ungkapnya.

Ketua RT 19 RW 04 jalan Arjuna Wirobrajan Kota Yogyakarta, Saptadi menuturkan tidak mengetahui secara pasti kronologi peristiwa tersebut. Karena saat kejadian dia tengah tidur siang.

"Saya bangun tidur tahu-tahu di rumah Pak FAN sudah ramai didatangi polisi," kata dia.

Follow Berita Okezone di Google News

Wilayahnya belum pernah ada kasus pencurian, karena sebelumnya memang tidak pernah ada aksi pencurian. Termasuk salah satunya adalah rumah korban karena dilengkapi beberapa kamera CCTV.

Kamera CCTV tersebut berada di samping-samping rumah dan juga depan rumah. Dia mengetahuinya karena diminta petugas kepolisian untuk mendampingi polisi melakukan pemeriksaan tempat kejadian.

"Kalau rekaman CCTV sudah diserahkan ke polisi. Saya nganter pak polisi untuk meminta ijin pemilik rumah melihat rekaman CCTV. Ada dua atau 3 yang diperiksa," kata dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini