Share

Polisi Tangkap Komplotan Perampok Bersenpi, Salah Satunya Ditembak

Eka Setiawan , MNC Portal · Senin 02 Januari 2023 11:54 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 02 512 2738546 polisi-tangkap-komplotan-perampok-bersenpi-salah-satunya-ditembak-gMzNCoFg65.jpg Polisi tangkap perampok bersenpi di Batang (Foto: MPI)

SEMARANG – Tim gabungan Reserse Mobile (Resmob) Subdirektorat Kejahatan Kekerasan (Jatanras) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) Polda Jateng, bersama Satuan Reskrim Polres Batang, menangkap kawanan perampok bersenjata api yang menyasar salah satu pengusaha di wilayah Batang.

Sebanyak Lima pelaku ditangkap, di mana salah satunya ditembak dan satu orang lainnya masih DPO.

Kelima pelaku yang ditangkap berinisial DS (30) seorang wiraswasta warga Semarang Timur, Kota Semarang, Jateng; FS (32) seorang petani warga Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi; AP (50) seorang petani warga Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung; ACU (20) seorang buruh, warga Kabupaten Pati, Jateng; J (46) seorang buruh warga Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung. Sementara yang masih DPO berinsial T, yang berperan sebagai perencana, survei lokasi sekaligus otak perampokan itu.

“Mereka ini kami tangkap Jumat 30 Desember 2022 di wilayah Bekasi. Melakukan perlawanan dengan senpi, kami melakukan penegakkan hukum tegas dan terukur,” kata Direktur Reskrimum Polda Jateng Brigjen Pol Djuhandani di Markas Polda Jateng, Kota Semarang, Senin (2/1/2023).

Modus operandinya, sebut Djuhandani, masuk rumah korban dengan cara melompat pagar. Korban itu bernama Ahmad Tahrori (47), warga Dukuh Gerdu RT12/RW1, Desa Kluwih, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang.

Para pelaku juga merusak pintu samping menggunakan batang kayu berukuran 4 meter hingga pintu rumah berhasil dibuka. Para pelaku ini kemudian mengancam korban dengan senpi, termasuk mengancam istri dan anaknya.

“Korban ini sempat menghubungi Kades dan Ketua RT, namun saat mereka datang (Kades dan Ketua RT) juga ikut disekap para pelaku,” lanjut Djuhandani yang kini mendapat promosi jabatan Direktur Tipidum Bareskrim Polri ini.

Para pelaku itu menggasak uang tunia Rp108juta pecahan rupiah, 50 gram emas, tas jinjing bermerek dan 3 smartphone. Kerugian totalnya sekira Rp200juta.

Di antara para pelaku yang bisa ditangkap, 2 di antaranya adalah residivis. Pelaku P merupakan 2 kali residivis, saat aksi dia berperan perencana, otak perampokan, survei lokasi, eksekutor sekaligus yang menyekap Kades dan Ketua RT. Dia juga yang bertugas menyiapkan senpi untuk beraksi. Senpi yang digunakan untuk beraksi didapatkannya dari wilayah Lampung.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

Sementara pelaku ACU adalah residivis 4 kali. Dia pernah ditahan di Lapas Pati dan Lapas Kelas I Semarang untuk kasus pencurian sepeda motor hingga pencurian kabel.

“Kami bertemu (berkenalan dengan pelaku lain) di Lapas Semarang,” kata pelaku ACU.

Para pelaku ditetapkan tersangka dan dijerat pasal berlapis, mulai dari Pasal 365 KUHP ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara dan Undang-Undang Darurat nomor 12 Tahun 1951 ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. Mereka semua ditahan.

Sejumlah barang bukti disita di antaranya jaket, sweater, sarung tangan hingga senpi rakitan berikut pelurunya. Uang tunai total Rp2,8juta juga disita dari para pelaku termasuk beberapa emas antam. Uang hasil rampokan sebagian besar sudah dipakai para pelaku.

Aksi perampokan itu terjadi pada Jumat 23 Desember 2022 sekira pukul 01.00 WIB. Kawanan pelaku mengendarai mobil Toyota Avanza warna abu-abu dan diparkir sekira 10 meter dari TKP.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini