Share

Sadis! Kakak-beradik di Bali Bunuh Paman, Mayatnya Dibuang ke Jurang

AA Ari Wiradarma, iNews · Jum'at 06 Januari 2023 15:36 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 06 244 2741467 sadis-kakak-beradik-di-bali-bunuh-paman-mayatnya-dibuang-ke-jurang-epPzHZrLsb.jpg Ilustrasi mayat (Foto: Dok Okezone)

BALI - Dua kakak-beradik, I Gede Darmawan (20) dan I Made Ariawan (18) asal Desa Belandingan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali ditangkap aparat Polsek Kintamani pada Jumat (6/1/2023) siang. Keduanya merupakan tersangka pembunuhan sadis terhadap pamannya dengan senjata tajam (sajam).

Korban bernama I Nyoman Rai (36), korban merupakan bapak anak satu dan diketahui juga sebagai pecalang di desanya. Sementara motifnya, diduga karena perebutan batas lahan kebun.

BACA JUGA:Hakim Sambangi Rumah Dinas Ferdy Sambo, Botol Miras Terlihat Berjejer di Lokasi Pembunuhan 

Kronologi pengungkapan berawal saat warga Desa Belandingan pada Rabu petang bertepatan saat Hari Raya Galungan digegerkan dengan penemuan mayat di jurang dekat kebun korban di Desa Belandingan dengan kondisi mengenaskan.

Awalnya, korban diduga meninggal kecelakaan biasa akibat terjatuh. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan terdapat belasan luka sabetan benda tajam dan luka benda tumpul pada sekujur tubuh korban.

Untuk memastikan penyebab korban tewas, jenazah korban setelah berhasil dievakuasi pada Rabu malam langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Bangli untuk dilakukan autopsi.

BACA JUGA: Viral! Balita Dianiaya Ibu Kandung, Disuruh Tidur di Luar 

Baca Juga: BuddyKu Festival, Generasi Muda Wajib Hadir

Follow Berita Okezone di Google News

Singkat cerita, dari keterangan saksi - saksi dan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi akhirnya berhasil mengamankan kedua tersangka. Perbuatan dua bersaudara ini terbilang sangat sadis karena korban yang sudah tak bernyawa akibat sabetan sabit dan tendangan sepatu bot, jenazah juga diseret dan dibuang ke jurang.

Kasat Reskrim Polres Bangli AKP Androyuan Elim mengatakan, hasil pemeriksaan tersangka, diduga kasus pembunuhan dipicu perebutan batas wilayah lahan kebun antara korban dengan pelaku.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua tersangka dijerat pasal KUHP tentang penganiayaan berat hingga menghilangkan nyawa orang dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini