Share

Ribuan Hektar Sawah di Pati Masih Terendam Banjir, Petani Merugi Hingga Puluhan Miliar Rupiah

Agus Atha Suharto, iNews · Jum'at 06 Januari 2023 13:49 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 06 512 2741336 ribuan-hektar-sawah-di-pati-masih-terendam-banjir-petani-merugi-hingga-puluhan-miliar-rupiah-cVBSS3UQUH.jpg Foto: Tangkapan layar/MPI.

PATI - Banjir yang melanda Kabupaten Pati, Jawa Tengah, masih merendam 43 desa, menyebabkan pemukiman warga dan areal persawahan terbenam air seperti lautan. Akibat banjir ini kerugian petani, mencapai puluhan milyar rupiah.

Areal persawahan yang berada di jalur Sungai Juwana yang meluap karena banjir sepekan terakhir, terendam air. Banjir sudah menggenangi persawahan, sejak awal Desember 2022 lalu. areal persawahan yang tergenang air, mencapai 2.674 hektar. padi yang mengalami puso atau gagal panen, mencapai 657 hektar.

Tanaman padi berumur satu minggu hingga 35 hari, dan baru saja dipupuk terendam air, dengan ketinggian air sekira 1 meter. sedangkan areal persawahan yang terendam banjir, berada di sembilan kecamatan, meliputi 58 desa. Sembilan kecamatan tersebut adalah Sukolilo, Kayen, Gabus, Jakenan, Margorejo, Pati, Juwana, Tayu, dan Dukuhseti.

Dengan terendamnya areal persawahan ini, membuat petani mengalami kerugian hingga puluhan milyar rupiah, dengan estimasi kerugian per hektar, sekitar 3,5 juta, untuk padi yang masih berumur satu hingga hingga 35 hari. Salah satu petani di Desa Mintobasuki, Parnoto, mengungkapkan jika di desanya, sawah yang terendam mencapai 80 hektar, dan padi yang puso, diperkirakan mencapai 25 hektar.

Baca Juga: BuddyKu Festival, Generasi Muda Wajib Hadir

Follow Berita Okezone di Google News

Sementara, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pati, Nikentri Meiningrum, mengatakan, areal persawahan yang terendam banjir, ada 9 kecamatan tersebar di 58 desa. Pihak dinas pertanian akan mendorong asuransi petani bisa dicairkan, bagi petani yang sudah terdaftar asuransi.

Ada dua asuransi petani, asuransi yang disubsidi APBN, petani hanya membayar premi 20 persen dari 180 ribu rupiah per hektar, sedangkan 80 persen disubsidi APBN. Sedangkan asuransi tani yang disubsidi APBD tingkat satu, petani tidak perlu membayar premi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini