Share

Aktivitas Vulkanik Gunung Ijen Banyuwangi Meningkat, Asap Tebal Keluar dari Kawah

Avirista Midaada, Okezone · Sabtu 07 Januari 2023 14:20 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 07 519 2741926 aktivitas-vulkanik-gunung-ijen-banyuwangi-meningkat-asap-tebal-keluar-dari-kawah-JwR9Vg8imo.jpg Aktivitas vulkanik Gunung Ijen meningkat (Foto: Istimewa/Okezone)

BANYUWANGI - Gunung Ijen mengalami peningkatan aktivitas vulkanik. Peningkatan aktivitas vulkanik ini terpantau sejak Kamis (5/1/2023). Bahkan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah mengeluarkan pernyataan resmi terkait peningkatan aktivitas vulkaniknya.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Ijen, Suparjan menyatakan bahwa peningkatan aktivitas terpantau dari beberapa indikator. Pertama terjadi peningkatan suhu air danau kawah dari 16 derajat celcius pada Desember 2022 menjadi 45,6 derajat Cclcius pada 5 Januari 2023.

Dipantau secara visual dan intrumental dari PPGA Ijen yang berada di Desa Tamansari, Kecamatan Licin, Banyuwangi, juga terlihat kepulan asap berwarna putih tipis dengan tinggi sekitar 50 – 200 meter di atas puncak.

Baca juga: Darius dan Donna Agnesia Liburan Akhir Tahun ke Kawah Ijen, Nikmati Blue Fire hingga Sunrise

"Kemudian kegempaan gunung. Gempa Vulkanik Dangkal terekam sebanyak 82 kali dan Gempa Hembusan yang terekam sebanyak 32 kali. Gempa mulai terjadi sejak 1 Januari 2023," kata Suparjan, saat dikonfirmasi pada Sabtu pagi (7/1/2023).

Dia menyebut, gempa di area dangkal menunjukkan adanya akumulasi tekanan yang disertai oleh proses pelepasan tekanan.

Baca juga: Wisatawan Dilarang Rayakan Malam Tahun Baru 2023 di Kawah Ijen, Akses Pendakian Ditutup!

"Hal ini yang menyebabkan permeabilities batuan di dasar kawah Gunung Ijen meningkat. Sehingga memudahkan gas vulkanik bergerak ke permukaan," ujar Suparjan.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

Suparjan menambahkan, beberapa hal yang patut diwaspadai adalah munculnya gas-gas vulkanik konsentrasi tinggi di sekitar kawah.

"Itu berasal dari aktivitas solfatara di dinding kawah Ijen dan difusi gas-gas vulkanik dari dalam kawah ke permukaan," kata Kepala PPGA Ijen, Suparjan.

Aktivitas erupsi freatik berupa semburan gas dari danau kawah. Erupsi freatik bisa terjadi tanpa didahului oleh peningkatan aktivitas, baik visual maupun kegempaan.

"Sesuai evaluasi yang patut diwaspadai adalah keluarnya gas dari danau, juga ada erupsi freatik," ungkapnya.

Kendati demikian, status Gunung Api Ijen masih tetap berada di level I normal. Pihaknya mengimbau, agar masyarakat atau wisatawan untuk tidak mendekati bibir kawah maupun turun dan mendekati dasar kawah Gunung Ijen.

Badan Geologi juga merekomendasikan kepada para pengunjung untuk tidak menginap di kawasan Gunung Ijen dalam radius 500 meter dari puncak kawah.

Masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran Sungai Banyu Pait, diminta waspada terhadap potensi ancaman aliran gas vulkanik yang berbahaya, dan tetap memperhatikan perkembangan aktivitas Gunung Ijen.

Jika tercium bau gas sulfur atau belerang yang menyengat, Badan Geologi juga meminta kepada masyarakat untuk memakai masker penutup alat pernapasan.

Untuk jangka pendek atau darurat, masyarakat dapat menggunakan kain basah sebagai penutup alat pernapasan, baik hidung maupun mulut. "Untuk keselamatan kami minta masyarakat mematuhi rekomendasi yang telah dikeluarkan," tandasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini