Share

Aktivitas Vulkanik Gunung Ijen Meningkat, Sektor Pariwisata dan Tambang Belerang Berjalan Normal

Avirista Midaada, Okezone · Sabtu 07 Januari 2023 14:48 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 07 519 2741933 aktivitas-vulkanik-gunung-ijen-meningkat-sektor-pariwisata-dan-tambang-belerang-berjalan-normal-DGYk1Bw1Sg.jpg Tambang Belerang Gunung Ijen (Foto: istimewa/Okezone)

BANYUWANGI - Aktivitas wisata dan penambangan belerang di Gunung Api Ijen masih berlangsung normal, kendati mengalami peningkatan aktivitas vulkanik.

Kepala Seksi (Kasi) Konservasi Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah V Banyuwangi Purwantono mengatakan, merujuk pada rilis resmi nomor : 1.E/GL.03/BGV/2023 tertanggal 6 Januari 2023 yang diterbitkan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, status Gunung Api Ijen masih berada di level I normal.

"Sehingga aktivitas wisata masih dibuka normal seperti biasa," kata Purwantono saat dikonfirmasi, Sabtu (7/1/2023), di Banyuwangi.

Aktivitas penambangan belerang pun disebut masih bisa berjalan normal, selain dari sisi wisata. Para penambang belerang pun masih dibolehkan turun ke kawah untuk menambang belerang. "Jadi tidak dihentikan, aktivitas masih normal," tegasnya.

Baca juga: Aktivitas Vulkanik Gunung Ijen Banyuwangi Meningkat, Asap Tebal Keluar dari Kawah

Meski begitu, Purwantono menyebut ada beberapa larangan yang harus dipatuhi wisatawan. Untuk keselamatan wisatawan diminta menjauhi kawah dengan jarak radius minimal 500 meter. Wisatawan juga diimbau tetap memperhatikan perkembangan aktivitas Gunung Ijen.

Baca juga: Badan Geologi: Tata Ruang Jadi Isu Penting di Wilayah Risiko Bencana

"Rekomendasi sesuai surat itu sudah kami sosialisasi dan kami sampaikan kepada pengunjung," tandasnya.

Sebagai informasi, aktivitas vulkanik Gunung Ijen terpantau terjadi sejak 1 Januari 2023.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

Peningkatan aktivitas itu disampaikan oleh Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, melalui rilis resmi nomor : 1.E/GL.03/BGV/2023 tertanggal 6 Januari 2023.

Dalam surat tersebut disebutkan, peningkatan aktivitas terpantau dari beberapa indikator. Pertama terjadi peningkatan suhu air danau kawah dari 16°C pada bulan Desember 2022 menjadi 45.6°C pada tanggal 5 Januari 2023.

Dipantau secara visual dan instrumental dari PPGA Ijen yang berada di Desa Tamansari, Kecamatan Licin, Banyuwangi, juga terlihat kepulan asap berwarna putih tipis dengan tinggi sekitar 50 – 200 meter di atas puncak.

Kemudian kegempaan gunung. Gempa Vulkanik Dangkal terekam sebanyak 82 kali dan Gempa Hembusan yang terekam sebanyak 32 kali. Beberapa bahaya yang patut diwaspadai adalah munculnya gas-gas vulkanik konsentrasi tinggi di sekitar kawah.

Selanjutnya, adalah erupsi freatik berupa semburan gas dari danau kawah. Erupsi freatik bisa terjadi tanpa didahului oleh peningkatan aktivitas, baik visual maupun kegempaan.

Diimbau, agar masyarakat atau wisatawan untuk tidak mendekati bibir kawah maupun turun dan mendekati dasar kawah Gunung Ijen.

Badan Geologi juga merekomendasikan kepada para pengunjung untuk tidak menginap di kawasan Gunung Ijen dalam radius 500 meter dari puncak kawah. Masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran Sungai Banyu Pait, diminta waspada terhadap potensi ancaman aliran gas vulkanik yang berbahaya, dan tetap memperhatikan perkembangan aktivitas Gunung Ijen.

Jika tercium bau gas sulfur atau belerang yang menyengat, Badan Geologi juga meminta kepada masyarakat untuk memakai masker penutup alat pernapasan. Untuk jangka pendek atau darurat, masyarakat dapat menggunakan kain basah sebagai penutup alat pernapasan, baik hidung maupun mulut.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini