Share

Status Gunung Ijen Naik ke Waspada, Aktivitas Penambangan Belerang Berjalan Normal

Avirista Midaada, Okezone · Senin 09 Januari 2023 16:48 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 09 519 2742943 status-gunung-ijen-naik-ke-waspada-aktivitas-penambangan-belerang-berjalan-normal-njpWJyyu7g.jpg Ilustrasi/ Foto: Istimewa

BANYUWANGI - Kenaikan status Gunung Ijen ke level waspada tak membuat aktivitas penambangan belerang berhenti. Padahal aktivitas wisatawan telah dilarang mendekat, maksimal berjarak 1,5 kilometer dari bibir kawah.

Terlihat pada video yang beredar pascapeningkatan status gunung setinggi 2.769 Mdpl ini beberapa penambang belerang masih nekat mendekati area kawah. Padahal dalam situasi peningkatan aktivitas vulkanik Ijen, memiliki risiko besar.

Mengingat mulai terbentuknya gas-gas beracun dengan konsentrasi tinggi yang bila terhirup akan membahayakan nyawa manusia.

Kepala Seksi Konservasi BKSDA Wilayah V Banyuwangi Purwantono mengatakan, aturan yang beredar hanya berlaku bagi wisatawan dan tidak berlaku bagi penambang belerang.

Alasannya karena penambang belerang bisa dikategorikan sebagai orang berpengalaman, menghadapi situasi Gunung Ijen yang kurang lebih sama dengan yang terjadi saat ini.

"Mereka sudah lama di situ, dan bertahun-tahun. Sehingga paham betul dengan karakter Gunung Ijen," ujar Purwantono saat dikonfirmasi pada Senin (9/1/2023).

Penambang belerang, kata Purwantono, nantinya bakal menjadi tenaga bantuan. Berfungsi untuk memitigasi dan menjadi pengarah bagi wisatawan ketika resiko buruk terjadi.

"Kembali lagi ini karena faktor pengalaman, mereka menguasai seluk beluk Ijen. Jadi nanti kami fungsikan sebagai tenaga bantuan. Kami juga menyiagakan petugas," bebernya.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

Sebagai antisipasi resiko bencana vulkanologi, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jatim telah menerbitkan surat edaran. Dalam surat nomor SE.54/K.2/BIDTEK.1/KSA/1/2023, diatur tentang pembatasan waktu kunjungan selama peningkatan aktivitas vulkanik Kawasan Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen.

Pada surat edaran itu diatur sejumlah pembatasan dilakukan dengan mengundur waktu pendakian. Dari yang semula dibuka pukul 02.00 WIB menjadi pukul 04.00 WIB.

"Pendakian kita buka jam 4 dinihari, ini mengantisipasi orang turun ke kawah. Pengunjung wisata juga wajib menggunakan masker. Aturan ini berlaku mulai hari ini (Minggu)," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, status Gunung Ijen naik dari normal (level I) menjadi waspada (level II). Kenaikkan status itu tertuang dalam surat peningkatan tingkat aktivitas Gunung Ijen yang dikeluarkan Badan Geologi Kementerian ESDM RI nomor nomor surat pingkatan status: 1.Lap/GL.03/BGL./2023.

Status Gunung Ijen terhitung sejak Sabtu (7/1/2023) pukul 14.00 WIB. Kenaikkan status itu menyusul adanya peningkatan aktivitas vulkanik yang terjadi Januari ini.

Salah satu indikator yang mempengaruhi kenaikkan status Gunung Ijen adalah kenaikkan suhu air danau kawah dari 16 derajat celcius pada Desember 2022 menjadi 45,6 derajat celcius pada awal Januari 2023. Kenaikkan suhu itu juga membuat perubahan warna danau kawah dari hijau tua menjadi hijau pucat keputih-putihan.

Badan Geologi mencatat, kegempaan Gunung Ijen didominasi oleh gempa permukaan sejak 1 Januari 2023, yakni berupa gempa vulkanik dangkal yang terekam 82 kali dan gempa hembusan 32 kali.

Ada beberapa rekomendasi yang dikeluarkan akibat kenaikkan status Gunung Ijen menjadi waspada. Pertama, masyarakat di sekitar Gunung Ijen dan pengunjung dilarang mendekat ke kawah dalam radius 1,5 kilometer (km) dari bibir kawah.

Kedua, masyarakat yang bertempat tinggal di sepanjang aliran Sungai Panyu Pait diminta selalu waspada terhadap potensi ancaman aliran gas vulkanik yang berbahaya. Mereka juga diminta tetap memperhatikan perkembangan aktivitas Gunung Ijen.

Ketiga, masyarakat diminta untuk menggunakan masker penutup alat pernafasan apabila mencium bau gas belerang yang menyengat. Terakhir, pemerintah daerah, BKSDA, dan BPBD diminta untuk berkoordinasi dengan PPGA Ijen atau pusat vulkanologi dan mitigasi bencana geologi.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini