Share

Dianggap Meresahkan, Perempuan ODGJ di Indramayu Dikurung Selama 12 Tahun

Andrian Supendi, MNC Portal · Kamis 12 Januari 2023 19:01 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 12 525 2745178 dianggap-meresahkan-perempuan-odgj-di-indramayu-dikurung-selama-12-tahun-OuWeIVH6CQ.jpg Safitri dikurung keluarganya (foto: dok MPI/Andrian)

INDRAMAYU - Safitri, warga Desa Singaraja, Kecamatan/Kabupaten Indramayu ini terpenjara di rumah sendiri selama 12 tahun. Wanita berusia 47 tahun itu dikurung layaknya tahanan karena menderita gangguan jiwa (ODGJ).

Safitri diketahui menempati sebuah kamar di bagian belakang rumah peninggalan mendiang orang tuanya. Ruangan itu terbuat dari tembok permanen berukuran sekitar 2x3 meter memiliki tinggi 2,5 meter dengan pintu teralis besi.

Untuk keperluan makan dan minum, Safitri diberi oleh kakak kandungnya, Saerah (60), yang tinggal tak jauh dari rumah itu.

 BACA JUGA:Ayah Penyekap Anak di Depok Diduga ODGJ, Polisi: Pelaku Anggap Dirinya sebagai Kopral TNI

Saerah mengatakan, Safitri mulai dikurung sejak tahun 2010 dengan alasan sering kabur dari rumah. Bahkan, Safitri juga pernah sekali memukul orang hingga terluka dan dilarikan ke rumah sakit.

"Adik saya ini dulu pernah memukul orang menggunakan kayu hingga dilarikan ke rumah sakit. Kami sebagai keluarga pun akhirnya dimintai ganti rugi," kata dia, kepada MNC Portal Indonesia (MPI), ditemui di kediaman Safitri, Kamis (12/1/2023).

Tidak hanya itu, lanjut Saerah, Safitri juga kerap kali masuk ke rumah tetangga tanpa sepengetahuan pemilik rumah dan memakan makanan yang ada di dalamnya. Jika ada anak kecil, Safitri juga acap kali mencubit pipinya hingga anak itu menangis.

 BACA JUGA:Pendidikan Terkahir Tiko yang Harus 12 Tahun Merawat Ibunya yang Merupakan ODGJ

"Berawal dari situlah, akhirnya kami pihak keluarga memutuskan untuk mengurung Safitri di dalam ruangan ini," ungkap dia.

Follow Berita Okezone di Google News

Menurut Saerah, Safitri mulai menderita gangguan jiwa sejak tahun 1995. Pihak keluarga pun sudah berusaha untuk memberikan pengobatan ke berbagai tempat namun Safitri belum sembuh juga.

"Mulai sakitnya sih udah lama, sejak tahun 1995. Sudah dibawa berobat kemana-mana namun belum sembuh juga," tutur dia.

Namun demikian, Saerah tidak putus asa dan masih tetap berharap menemukan jalan kesembuhan bagi adik kandungnya tersebut. "Harapan saya adik saya bisa sembuh," ucap dia.

Di tempat yang sama, Kepala Dusun Desa Singaraja, Rifkie Widasarandi menyampaikan, saat ini Safitri akan ditangani oleh Lembaga Pelindung Anak Indonesia (LPAI) Kabupaten Indramayu untuk dilakukan rehabilitasi di salah satu yayasan.

Namun, sempat ada kendala yang ditemui oleh pihak keluarga Safitri yaitu soal data-data kependudukan Safitri.

"Kendalanya Safitri ini tidak punya KK dan KTP. Tapi kami selaku pihak pemerintah desa sudah mengurus data-data kependudukan itu, dan sekarang Safitri sudah punya KK dan KTP," ujar dia.

Rifkie menambahkan, pihak desa akan membantu semaksimal mungkin apapun yang dibutuhkan untuk mengupayakan kesembuhan Safitri.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini