Share

Gunung Semeru Erupsi Lagi, Lava Pijar Menyala Terlihat Tadi Malam

Avirista Midaada, Okezone · Sabtu 14 Januari 2023 08:11 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 14 519 2746130 gunung-semeru-erupsi-lagi-lava-pijar-menyala-terlihat-tadi-malam-WdorHYTfzN.jpg Lava pijar Gunung Semeru (Foto : Istimewa)

LUMAJANG - Gunung Semeru erupsi lagi. Bahkan, sepanjang Jumat 13 januari 2023 malam, hingga Sabtu (14/1/2023) dini hari, gunung tertinggi di Pulau Jawa ini mengeluarkan lava pijar yang terlihat jelas.

Aktivitas vulkanik keluarnya lava pijar bahkan terpantau di kamera CCTV secara langsung yang ditayangkan melalui CCTV Semeru hingga beberapa kali. Tampak lava pijar dengan warna merah menyala keluar dari kawah di tengah malam yang gelap.

Di Sabtu pagi ini bahkan Gunung Semeru juga dilaporkan mengalami satu kali erupsi pukul 05.02 WIB. Asap putih keluar mengepul dari kawah hingga ketinggian 700 meter dari puncak gunung.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Semeru Mukdas Sofian menuturkan, sejak Sabtu dini hari pukul 00.00 hingga 06.00 WIB gunung api memang terlihat jelas, namun asap kawah tidak tampak. Dari catatan pos pengamatan Gunung Semeru mengalami 22 kali kegempaan letusan atau erupsi.

"Ada 22 kali gempa letusan atau erupsi dengan amplitudo 11-24 mm, dan lama gempa 55-110 detik. Sebanyak 9 kali gempa guguran dengan amplitudo 2-5 mm dan lama gempa 40-75 detik," ucap Mukdas Sofian, pada Sabtu pagi (14/1/2023).

Pihaknya juga mencatat tiga kali gempa hembusan dengan amplitudo 6-9 mm, dan lama gempa 45-80 detik. Sementara ada dua kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 15-16 mm, S-P 15-21 detik dan lama gempa 40-50 detik.

"Tingkat aktivitas Gunung Semeru masih di level III atau siaga," tegasnya.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

Dengan catatan aktivitas vulkanik itu, Pos PGA tetap merekomendasikan masyarakat tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak gunung atau pusat erupsi.

"Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak," tuturnya.

Ia juga meminta tidak ada aktivitas di radius 5 kilometer dari kawah atau puncak gunung setinggi 3.676 Mdpl ini karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar. Potensi adanya awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar juga harus diwaspadai masyarakat yang muncul.

"Mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini