Share

Tak Miliki Biaya, Korban Klitih Terpaksa Pulang dari Rumah Sakit Padahal Peserta BPJS

Erfan Erlin, iNews · Selasa 17 Januari 2023 13:36 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 17 510 2747864 tak-miliki-biaya-korban-klitih-terpaksa-pulang-dari-rumah-sakit-padahal-peserta-bpjs-2XqN75xmvx.jpg Sumirah korban Klitih terpaksa pulang ke rumah (Foto: MPI)

YOGYAKARTA - Miris apa yang dialami oleh Sumirah (54), warga Dusun Putat 2 Kalurahan Putat Kapanewon Patuk Gunungkidul. Korban kejahatan jalanan atau klitih saat berangkat berdagang ke Pasar Piyungan, Sabtu 14 Januari 2023 dinihari ini kini harus terus berbaring di tempat tidur rumahnya.

Perempuan ini baru Senin 16 Januari 2023 sore kemarin pulang dari rumah sakit. Suaminya, Slamet terpaksa membawa istrinya pulang ke rumah dengan cara pulang paksa. Dia mengaku tak memiliki biaya untuk biaya operasi hidung istrinya.

Slamet mengatakan istrinya menjadi korban klitih saat berangkat ke pasar. Istrinya dihantam di muka oleh dua orang pengendara sepeda motor yang sampai saat ini belum diketahui identitasnya.

"Pipi kanan istri saya dijahit 7 dan hidungnya parah," kata dia, Selasa (17/1/2023).

Istrinya lantas dirawat di RSUD Prambanan selama 3 hari. Dokter memvonis hidung istrinya patah dan harus dioperasi. Slamet mengaku bingung dari mana dia mendapatkan uang untuk biasa operasi istrinya.

Baca juga: Jadi Korban Klitih, Wanita Pedagang Daun Salam Kepalanya Dihantam saat ke Pasar

Slamet mengaku heran karena biaya perawatan istrinya tidak bisa dicover oleh Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) BPJS Kesehatan. Padahal keluarganya tercatat sebagai peserta BPJS Kesehatan.

Baca juga: Kronologi Klitih di Kulonprogo, Korban Dianiaya Pakai Cutter dan Gesper

"Kok ya ndak bisa digunakan. Saya ini kan peserta BPJS," kata dia.

Pihak rumah sakit sebenarnya menyarankan dirinya untuk mengurus Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda). Namun, dia mengaku tidak mengetahui bagaimana untuk mengurus Jamkesda tersebut.

Baca Juga: BuddyKu Festival, Generasi Muda Wajib Hadir

Follow Berita Okezone di Google News

Karena harus membayar sendiri biaya rumah sakit dan tidak memiliki biaya untuk operasi istrinya, buruh harian lepas ini terpaksa membawa pulang istrinya dengan cara pulang paksa.

Dia berpikir jika istrinya semakin lama di rumah sakit maka biaya yang keluarkan akan semakin besar. Karena di rumah sakit, istrinya hanya menunggu untuk operasi. Padahal dirinya tidak memiliki cukup uang untuk biaya operasi tersebut.

"Lha ini saja 3 hari di Rumah Sakit biayanya sudah Rp4 juta. Terus operasi saya dikasih tahu biayanya Rp 15 juta. Saya harus ngumpulkan uang dulu, nyari dulu. Makanya saya bawa pulang saja daripada nunggu di rumah sakit biaya tambah banyak,"terang dia.

Kini istrinya hanya rebahan di tempat tidur saja. Untuk beraktivitas, istrinya harus mendapat bantuan orang lain. Saat ini keluhan utama yang dirasakan adalah sesak nafas itu akibat hidungnya parah.

Seperti diberitakan sebelumnya, Sumiraj pedagang daun salam asal Dusun Putat 2 Kalurahan Putat Kapanewon Patuk Gunungkidul ini kini harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prambanan. Perempuan ini terpaksa dilarikan ke rumah sakit karena diserang pengendara motor lain saat berangkat ke Pasar Piyungan, Sabtu 15 Januari 2023 dinihari kemarin.

Suami korban, Slamet mengatakan istrinya kini dirawat di ruang Candi Ijo RSUD Prambanan. Perempuan ini mengalami Luka sobek di pipi sebelah kanan sehingga harus mendapatkan 7 jahitan dan hidung patah usai dihantam benda tumpul yang dilakukan oleh dua orang pengendara motor.

"Istri saya diserang orang tak dikenal di Jalan Jogja-Wonosari. Itu di bawah bokong semar, di depan angkringan Dusun Tambalan Kalurahan Srimartani Kapanewon Piyungan Bantul Sabtu dinihari sekira pukul 03.45 WIB" tutur Slamet, Minggu 16 Januari 2023.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini