Share

Dibakar Hidup-Hidup Seniornya, Santri Ponpes Al Berr Pasuruan Akhirnya Meninggal

Avirista Midaada, Okezone · Kamis 19 Januari 2023 13:24 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 19 519 2749274 dibakar-hidup-hidup-seniornya-santri-ponpes-al-berr-pasuruan-akhirnya-meninggal-eebCvGavgG.jpg Tangkapan layar media sosial

PASURUAN - INF (13) santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al Berr Sangarejo, Pandaan, Kabupaten Pasuruan yang mengalami luka bakar karena dibakar temannya akhirnya meninggal dunia. Korban tutup usia di RSUD Sidoarjo setelah menjalani perawatan intensif sejak Sabtu (31/12/2022).

 (Baca juga: Santri Dibakar Temannya, Ponpes Komitmen Biayai Pengobatan Korban)

Kasat Reskrim Polres Pasuruan, AKP Farouk Ashadi Haiti membenarkan kabar tersebut. Menurutnya INF meninggal dunia pada Kamis (19/1/2023) dini hari sekitar pukul 03.30 WIB.

"Betul, meninggal dunia pada pukul 03.30 WIB dini hari tadi," ucap Farouk Ashadi, saat dikonfirmasi pada Kamis (19/1/2023).

Korban warga Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol ini dikatakan Farouk telah dirawat selama 19 hari. Selama di rumah sakit inilah, korban sempat beberapa kali menjalani perawatan medis dan operasi kulit untuk pemulihan luka bakarnya.

"Namun, vonis dokter terkait penyebab meninggalnya kami belum tahu. Mohon waktu saya tanyakan dulu," jelasnya.

Di sisi lain, pelaku pembakaran berinisial MHM (16) asal Desa Karangjati, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, kini berkasnya telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Pasuruan. Pihaknya masih menunggu jadwal persidangan yang dilakukan di Pengadilan Negeri Pasuruan.

"Tinggal menunggu sidang. Kami tidak tahu perkembangan selanjutnya, apakah nanti tuntutan pasalnya bertambah seiring dengan meninggalnya korban, itu sudah menjadi wewenang jaksa," ujarnya.

Sementara itu, Kasi Intel Kejari Kabupaten Pasuruan, Jemmy Sandra mengatakan JPU sudah melimpahkan berkas perkara kekerasan ke PN Bangil pada 16 Januari 2023 lalu. MHM didakwa melanggar ketentuan Pasal 80 ayat 2 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-undang RI Nomor 23 tahun 2002, tentang Perlindungan Anak Jo UU RI No.11 Tahun 2012.

"Terdakwa terancam ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun dan atau denda paling banyak Rp 100 juta," ungkap Jemmy secara terpisah.

Sebelumnya diberitakan, INF (13) asal Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan diduga dibakar oleh seniornya MHM (16) santri Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan. Akibatnya, korban mengalami luka bakar di punggungnya hingga harus dilarikan ke rumah sakit Husada Pandaan kemudian di rujuk ke RSUD Sidoarjo.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

Insiden ini berawal dari penelusuran jajaran pondok pesantren, akibat dugaan korban melakukan pencurian. Saat salah satu pengurus pondok tengah melakukan patroli setelah salat maghrib memergoki korban membuka lemari salah satu temannya.

Korban lantas diinterogasi oleh pengurus pondok dan salah satu wali kamar. Namun ketika tengah bermusyawarah, MHM datang dan langsung terlihat cek-cok dengan terduga korban.

Salah satu teman MHM lantas melempar botol plastik berisi BBM ke tembok dimana korban tengah bersandar. Alhasil BBM itu tumpah mengenai korban. MHM pun mengancam korban agar mengakui tindakannya jika tidak maka ia akan membakarnya, sehingga ia menyalakan api dengan korek yang membuat tubuh INF terbakar hingga 63 persen.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini