Share

Polres Malang Serap Aspirasi Keluarga Korban Kanjuruhan di Jumat Curhat

Puteranegara Batubara, Okezone · Jum'at 20 Januari 2023 20:45 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 20 519 2750331 polres-malang-serap-aspirasi-keluarga-korban-kanjuruhan-di-jumat-curhat-8AKWtnUJrM.jpg Kapolres Malang, AKBP Putu Kholis bersama keluarga tragedi kanjuruhan (foto: dok ist)

JAKARTA - Polres Malang kembali melaksanakan program Jumat Curhat guna mendengar, menanggapi, dan mencari solusi setiap permasalahan masyarakat yang disampaikan, salah satunya juga kepada korban dan keluarga korban peristiwa kanjuruhan.

Jumat Curhat kali ini, Polres Malang berkesempatan untuk bertatap muka dengan Ibu Dewi Nawang Wulan, yaitu ibu dari Devito, yang beralamat di Perum Sawunggaling Indah, Kepanjen, Kepanjen Kabupaten Malang.

Devito sendiri mengalami luka pada jari tangannya saat peristiwa Kanjuruhan, dan sampai saat ini masih trauma dengan peristiwa kanjuruhan tersebut. Hal ini disampaikan oleh Ibu Dewi yang sempat hadir dalam acara Jumat Curhat Polres Malang, yang dilaksanakan di kios pelataran Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Jumat (20/1/2023).

 BACA JUGA: KY Minta Sidang Tragedi Kanjuruhan di PN Surabaya Transparan

"Pak Kapolres, saya hanya meminta bantuan, barangkali ada tim trauma healing yang datang ke rumah untuk membantu anak saya, dari trauma akibat peristiwa kanjuruhan," kata Dewi.

Kapolres Malang AKBP Putu Kholis Aryana menyampaikan bahwa Tim Trauma Healing Polres Malang akan segera datang ke rumah Devino dan membantu trauma yang dialami oleh Devino.

Selain keluarga korban kanjuruhan, hadir dalam kesempatan tersebut yaitu komunitas pedagang, petugas kebersihan, juru parkir, pengelola kios, hingga pengusaha permainan anak-anak.

 BACA JUGA:Keluarga Korban Sebut Persidangan Tragedi Kanjuruhan Jauh dari Rasa Keadilan

Putu menyebut bahwa Jumat Curhat merupakan program Kapolri dalam rangka menerima kritik, saran dan masukan untuk kepolisian, terutama Polres Malang. Program ini juga digelar untuk mendengar, mencatat, dan mencari solusi setiap permasalahan di wilayah.

"Kehadiran kami disini ingin menampung dan mencari solusi tentang hal-hal yang selama ini perlu kita carikan solusi," ujar Putu

Baca Juga: BuddyKu Festival, Generasi Muda Wajib Hadir

Follow Berita Okezone di Google News

Tak ingin melewatkan kesempatan, sejumlah perwakilan pedagang yang hadir langsung memanfaatkan momen itu untuk memberikan beberapa pertanyaan dan masukan dari wilayahnya.

Salah satu perwakilan pedagang, Awang (50) asal Kepanjen, menyampaikan bahwa kondisi perekonomian di seputaran Stadion Kanjuruhan pasca tragedi Kanjuruhan sangat sepi. Dia bersama pegiat usaha yang lain mengaku mengalami penurunan pendapatan secara drastis.

"Mohon dibantu mencarikan solusi untuk membangkitkan perekonomian di seputaran Stadion Kanjuruhan," ucapnya.

Menanggapi hal tersebut, Putu menjelaskan bahwa pihaknya akan memberikan izin khusus kepada komunitas maupun warga yang ingin menyelenggarakan kegiatan di seputaran stadion Kanjuruhan. Hal itu dilakukan sebagai salah satu upaya agar perekonomian pedagang di seputaran stadion Kanjuruhan bisa naik kembali.

"Kami juga mendukung hal tersebut, semoga masyarakat nanti bisa main kembali ke kanjuruhan untuk refreshing, jalan-jalan ataupun belanja," jelas Putu.

Terkait balap liar, Ia mengatakan bahwa pihaknya melalui Satuan Lalu lintas (Satlantas) telah melakukan penindakan terhadap pelaku balap liar di sejumlah lokasi di Kabupaten Malang, diantaranya di jalur poros Lawang dan Jalibar Kepanjen.

Putu juga berjanji, akan meningkatkan patroli kepolisian dan razia guna mengantisipasi kegiatan yang berpotensi balap liar maupun kegiatan gangguan ketertiban lainnya di wilayahnya.

"Mulai minggu ini akan kami turunkan tim gabungan bersama TNI, utuk melakukan penindakan terhadap balap liar di seputar Stadion Kanjuruhan," tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Putu menekankan, pihaknya bersama pemerintah Kabupaten Malang dan TNI terus berupaya melakukan penanganan tragedi Kanjuruhan termasuk dalam upaya-upaya pemulihan keluarga korban.

"Kami terus bergerak melakukan pendampingan terkait penanganan korban tragedi Kanjuruhan, baik kepada korban yang luka maupun trauma healing kepada keluarganya," tutupnya.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini