Share

Isu Penculikan Anak Bikin Geger Warga Lubuklinggau, Polisi Cek ke Sekolah

Dede Febriansyah, MNC Portal · Jum'at 20 Januari 2023 13:13 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 20 610 2749961 isu-penculikan-anak-bikin-geger-warga-lubuklinggau-polisi-cek-ke-sekolah-JkuokL5QVH.jpg Ilustrasi (Foto : Freepik)

LUBUKLINGGAU - Warga Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan (Sumsel) digegerkan dengan teror pesan berantai aksi penculikan terhadap anak Sekolah Dasar (SD) Negeri 43 Lubuklinggau.

Dalam pesan berantai yang dikirim melalui aplikasi WhatsApp, disebutkan adanya dugaan percobaan penculikan pelajar SD Negeri yang terjadi saat jam pulang sekolah, Kamis 19 Januari 2023, sore kemarin.

Dalam pesan berantai tersebut berisi "hati-hati sudah ada sindikat pencurian anak, dengan motif menjemput disekolah, mengatasnamakan keluarga, ciri2 ibu dan bpk2 umur 40an, (anak pak drajat hampir saja di sd negeri 43 llg hari kamis kemaren) mohon diinformasikan dengan satpam tempat anak kita bersekolah".

Terkait aksi teror tersebut, Kapolres Lubuklinggau, AKBP Harissandi mengaku telah memerintahkan jajarannya untuk melakukan penyelidikan terkait adanya isu penculikan anak tersebut.

"Kita sudah perintahkan anggota reserse untuk mengecek ke sekolah apakah benar terjadi penculikan atau tidak, baik dengan guru maupun Kepala Sekolah," ujar Harissandi, Jumat (20/1/2023).

Meskipun pesan berantai tersebut sudah beredar di masyarakat, namun Harissandi mengungkapkan, hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan adanya aksi penculikan.

Meskipun belum dipastikan kebenaran isu tersebut, lanjut Harissandi, namun pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar tidak panik. Dan bagi orang tua ataupun wali murid agar tetap menjaga anak-anaknya.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

"Sekarang ini banyak sekali modus baru, karena para pelaku kejahatan ini menyangkut masalah perekonomian, anak diculik di jual atau pun dijadikan objek untuk mengemis dijalan," jelasnya.

Untuk itu para orang tua, diminta melakukan pendampingan dalam artian setiap penjemputan baik dilakukan oleh keluarga maupun tukang ojek yang sudah dikenal.

"Kemudian guru yang ada di sekolah kita dihimbau untuk memperhatikan anak-anak didiknya sampai keluar sekolah, termasuk siapa yang menjemput saat pulang sekolah," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini