Share

Sebanyak 12.658 Orang Meninggal dalam Sepekan, China Janji Perbarui Data Covid

Susi Susanti, Okezone · Selasa 24 Januari 2023 12:45 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 24 18 2751902 sebanyak-12-658-orang-meninggal-dalam-sepekan-china-janji-perbarui-data-covid-xVeBlrRWzS.jpg Kematian Covid-19 di China (Foto: Reuters)

BEIJING - Sebanyak 12.658 warga China meninggal dalam sepekan pada 13-19 Januari 2023 saat sedang menjalani perawatan di rumah sakit akibat mengidap Covid-19.

Menurut data Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular China (CCDC) pada Minggu (22/1/2023), dari jumlah kematian itu, sebanyak 681 di antaranya disebabkan oleh kegagalan akut sistem pernapasan akibat Covid.

Sementara untuk korban jiwa lainnya, kematian disebabkan oleh penyakit bawaan selain terjangkit Covid.

 BACA JUGA: Jumlah Kematian Terbesar Pertama, China Catat 60.000 Kematian Akibat Covid Hanya dalam Waktu Sebulan

Dikuip Antara, CCDC juga mencatat hampir 472.000 pasien Covid dirawat di sejumlah rumah sakit di China pada Kamis (19/1/2023), termasuk 51.700 pasien yang mengalami tingkat keparahan yang sangat tinggi.

BACA JUGA:  Gambar Satelit Tunjukkan Krematorium dan Rumah Duka China Penuh Sesak dan Padat saat Covid Melonjak

Sampai saat ini, lebih dari 1,28 miliar warga China telah divaksin, termasuk 230,1 juta di antaranya berusia di atas 60 tahun.

CCDC berjanji akan mempublikasikan data dan informasi perkembangan Covid di China setiap bulan.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

Sebelumnya, Komisi Kesehatan Nasional China (NHC) menghentikan publikasi data perkembangan Covid mulai 25 Desember 2022.

Tindakan tersebut memicu reaksi sejumlah negara karena pada saat yang bersamaan China sedang mengalami lonjakan kasus yang menewaskan puluhan ribu orang dalam jangka waktu dua bulan, ditambah dengan dibebaskannya warga setempat bepergian ke luar negeri mulai 8 Januari 2023.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memahami reaksi sejumlah negara tersebut dan mendesak China untuk bersikap transparan dalam menyajikan data perkembangan kasus Covid.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini